TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

YPS Tolak Pembuatan Café Di Museum Prabu Geusan Ulun

TiNewss.com – Perselisihan antara 2 Kubu Yayasan di Lingkungan Keraton Sumedang Larang (KSL) belum berakhir dengan damai, hal ini terbukti dengan terpampang dengan jelas sebuah Spanduk di depan Gedung Sri Manganti (Komplek Museum Prabu Geusan Ulun) Sumedang, yang menolak keras rencana komersialisasi Aset Yayasan, yang termonitor TiNewss.com, pada Rabu (24/2/2021).

Spanduk tersebut bertuliskan : “Kami keluarga besar keturunan kerajaan Sumedanglarang MENOLAK KERAS pembuatan Café/Resto serta bentuk KOMERSIALISASI lainnya didalam bangunan maupun areal MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN dengan pihak luar yang dilakukan secara sepihak oleh Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang yang didirikan pada tahun 2017!!!”.

Selain itu, ditambahkan sebuah tulisan berwarna merah berbunyi, “Perbuatan ini sangat menyimpang dari amanah leluhur & Undang-undang cagar budaya yang terdaftar atas nama Yayasan Pangeran Sumedang”.

Pernyataan ini disampaikan bukan hanya oleh YPS, tetapi juga oleh Rukun Wargi Sumedang (RWS) dan Majelis Tinggi Kerajaan Sumedang Larang. Ketika Redaksi TiNewss.com mengkonfirmasi spanduk ini, Ketua Yayasan Pangeran Sumedang, R. Mochamad Alex, membenarkan penolakan tersebut.

“Abdi mah sekedar mengingatkan terhadap saudara Luky itu nggak pernah musyawarah dulu sama wargi,” kata Alex

Menurut Alex bahwa Aset tersebut bukan milik pribadi atau satu keluarga saja. Dan dirinya merasa yakin bahwa pengelola wakaf masih atas nama YPS.“Kalau memang bahwa pengelolaan itu oleh YNWPS, harus bisa membuktikan yang real dan benar. Karena YPS masih tetap memegang Akta perdamaian tahun 1955 yang notabene masih aktif dan patuh pada aturan NKRI,” tutur Alex.Baca juga : Terkait Museum, Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang: Itu Informasi Sesat!

Untuk diketahui, polemik tentang rencana pembuatan Café ini terjadi ketika Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS) melakukan Perjanjian Kerjasama dengan investor sekaligus pengelola tempat wisata “The Lodge Group”.

Ketua YNWPS, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, kepada TiNewss.com menyampaikan bahwa rencana YNWPS melakukan kerjasama dengan The Lodge Group adalah untuk menjadikan Museun Prabu Geusan Ulun (Gedung Sri Manganti) sebagai Ikon Kebudayaan Sumedang.

“Kami dari Yayasan Nazhir Wakap Pangeran Sumedang, sah secara hukum sebagai pengelola Museum Prabu Geusan Ulun. Bahwa pembuatan Café sebagai penunjang dalam objek wisata termasuk penataan, penambahan dan perbaikan sarana umum dan penunjang lainnya tidak akan mengubah dan merusak bangunan yang ada sehingga tidak melanggar Undang-undang tentang Cagar Budaya,” pungkas Luky. 

Sementara itu, Ketua RWS Puseur, Dr. Iwa Kuswaeri yang dihubungi melalui Telp, menyatakan bahwa dirinya sudah mengundurkan diri sebagai Ketua RWS Puseur sejak 27 Januari 2021. Sedangkan Plt Ketua RWS Puseur Dany Ramdani, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. (Rauf Nuryama)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •