TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Wujudkan SPBS, Desa Galudra Diajukan Menjadi Kampung Sunda Buhun

TiNewss.com – Mendukung program pemerintah Kabupaten Sumedang mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS) dan mengembangkan potensi dari segi wisata, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka akan dijadikan Desa Wisata Sunda Buhun.

Hal tersebut direncanakan dalam agenda saresehan penjabaran program pemerintah daerah Sumedang dalan upaya mewujudkan sebagai destinasi wisata menjadikan Desa Galudra sebagai destinasi wisata Sunda Buhun di aula Gajah Depa Sumedang, Senin (7/6/20201).

Kadisparbudpora, Hari Tri Santosa yang diundang dalam acara saresehan ini menyambut baik sebagai pemerintahan mewujudkan Sumedang Budaya Sunda.

Hari menyebutkan tentunya program desa wisata buhun kita sesuai dengan peraturan daerah nomor 1 tahun 2020 Sumedang Puseur Budaya Sunda dan pihaknya akan membantu.

“Ini sangat unik dan harus berkelanjutan sehingga kedepannya ini bisa menjadi icon, harapannya untuk desa Sunda Buhun akan dibentuk seperti apa, kita akan bersama-sama siap memfasilitasi dan kita lihat kedepannya seperti apa,” katanya.

Sementara menurut Irjen Pol Purn. H. Adang Rochjana selaku koordinator perencanaan Desa Wisata Galudra menjadi Kampung Sunda Buhun, merupakan untuk membangun program pemerintah, desa dan swasta.

“Saya ingin mengembangkan sebagaimana dari program pemerintah yakni program pemerintah, desa dan swasta. Sumedang itu sudah terkenal dari 2009 sebagai Sumedang Puser Budaya Sunda,” ujarnya.

Selain itu juga, Beliau menuturkan kebijakan Desa Wisata juga ada Disparbudpora untuk semua Desa di Sumedang menjadi desa wisata.

“Sebenarnya saya dan pemerintah ingin menjadi makmum yang baik bagaimana berkontribusi, bagaimana memberikan masukan sehingga bisa menambah penghasilan, pemasukan untuk mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Dengan adanga desa wisata sunda Buhun di Desa Galudra untuk mewujudkannya perlu bantuan dari Disparbudpora Sumedang dan berbagai elemen terkait untuk memberikan masukannya sehingga wisata ini bisa terus berkembang.

“Jadi bagaimana tempatnya, fasilitasnya, harus menyenangkan, harus betah, harus membanggakan sehingga orang berminat untuk kesini. Jadi kalo uang dari Kabupaten masuk sehingga perekonomian dan kesejahteraan bisa meningkat,” tutupnya.

Sehingga terakhir kepala Desa Galudra, Sumpena sebagai kepala pemerintah sebagai pelaksana program ini tidak luput dari masukan dinas terkait dan para element yang turut mendukung.

“Selain dari potensi kampung Buhun di Gajah depa kita juga memiliki luas 650 hektar saya rasa pengembangan wisata lainnya. Disini juga ada pengarajin yang tradisional,” ucapnya.

Dalam kegiatan seresehan membangun desa wisata sunda Buhun di Desa Galudra ini selain hadir pemerintah setempat hadir juga element penting seperti Dewan Kebudayaan Sumedang, BPPD, ASITA, Kompepar, PHRI, dan HPI Sumedang.(Adhi SH)***