TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Ilustrasi Banjir Longsor

Waspada 20 Titik Rawan Banjir dan Longsor Di Sumedang

TiNewss.com – Memasuki musim hujan di akhir tahun Bupati Sumedang menghimbau warga Sumedang untuk meningkatkan kegiatan Jumsih (Jumat bersih) seperti seperti gotong royong membersihkan selokan sehingga sampah tidak akan tersumbat dan mengakibatkan banjir.

Dony juga mengaku telah mengeluarkan imbauan kepada para kepala SKPD, Camat untuk diteruskan kepada para Kepala Desa dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan di musim hujan.

Melalui akun Instagram @dony_ahmad_munir

“Prakiraan musim hujan di Sumedang akan terjadi pertengahan Oktober ini. Puncak hujan diperkirakan terjadi di Februari 2021. Masyarakat serta kepala SKPD dan para camat untuk meningkatkan kewaspadaannya. Apabila terjadi bencana bisa menghubungi Call Center BPBD Sumedang melalui WA 081-1206-5733,” kata Bupati, Selasa (20/10/2020)

Selain itu Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengatakan, bencana yang kerap terjadi ketika memasuki musim hujan yakni Longsor dan Banjir. Hampir di seluruh kecamatan di wilayah Sumedang rawan longsor karena tekstur tanah berbukit atau tidak merata.

Adang juga menjelaskan titik rawan bencana di Daerah Kabupaten Sumedang yakni daerah:

Sumedang Selatan,
Sumedang Utara,
Pamulihan,
Tanjungsari,
Sukasari,
Cimanggung,
Rancakalong,
Tanjungkerta,
Cibugel,
Wado,
Jatinunggal,
Jatigede,
Cisarua,
Ganeas,
Tanjungmedar,
Surian,
Situraja,
Cisitu.

.Sedangkan banjir harus diwapadai di :

Jatinangor,
Cimanggung,
Sumedang Utara,
Sumedang Selatan, dan
Pamulihan.

“Memasuki musim hujan harus dimanfaatkan dengan melakukan gerakan menanam pohon terutama di lereng-lereng dan lahan kosong juga membuat resapan air,” pungkas Adang (Adhi SH)***

Sumber Pikiran Rakyat

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares