Viral-kan! Kades Ini Produksi Masker Untuk Seluruh Warga

Sumedang, TiNewss.com – Kisah inspiratif. Berbeda dengan beberapa Kades (sebutan lain untuk Kepala Desa atau Kuwu) yang kemudian viral karena komplain di media massa. Ketika Kades lain menolak bantuan Pemerintah yang belum seluruhnya, Kades ini justru memanfaatkan bantuan seadanya. Ketika Kades lain menuntut Pemerintah untuk segera membagikan bantuan, Kades ini memastikan bantuan yang ada dimanfaatkan agar masyarakatnya tidak ada yang kelaparan. Dan ketika Kades lain masih menunggu kiriman Bantuan Masker, Kades ini malah produksi sendiri untuk dibagikan bagi seluruh warganya.

Ini, bukan kades yang jauh-jauh di Provinsi atau di Kabupaten lain. Ini Kades ada di Sumedang. Tepatnya di Kecamatan Cisitu, Desa Linggajaya. Sebuah desa, dengan jarak kurang lebih 30 KM dari pusat ibukota Sumedang.

Desa ini memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, tempat diselenggarakan event paralayang kelas dunia. Bahkan, sebagian menyebutnya ini surgayana paralayang dunia. Batu Dua.

Kepedulian Kades Linggajaya, kepada warganya merebak begitu saja. Tidak hingar bingar di media, atau hanya sekedar media sosial. Ketika Kami mencoba menghubungi lewat WhatApps, yang diketahui dari seorang rekan. Dengan senang hati, dia menyapa. Namanya Agus Wawan. Bahkan, kemudian Kami melakukan video call untuk wawancara.

PRODUKSI MASKER

Pertama kali Kami, mencoba berkenalan dan kemudian menanyakan tentang wabah corona, Kades ini langsung berbicara panjang lebar. Sepertinya dia sangat paham tentang wabah ini, dia juga paham tentang peraturan pemerintah yang mengatur tentang PSBB, bahkan cerita pula tentang protokol kesehatan. Social distancing maupun physical distancing. Mantaps!

Bagaimana bisa membagikan masker bagi seluruh warga? Pertanyan itu yang muncul dari TiNewss.

“Jumlah warga Desa Linggajaya, totalnya 5.140 orang, ini termasuk bayi,” kata Agus.

“Kami jahit sendiri, di penjahit di desa Kami, dengan kualitas kain yang terbaik. Dan kemudian, kami Bagikan. Total Kami produksi sebanyak 5.000 buah,” tambah Agus.

Program Jaminan Sosial

Kami juga tertarik untuk bertanya, tentang yang viral di media massa. Banyak masyarakat yang menunggu bantuan, bahkan banyak RT dan RW yang di demo warganya, karena bantuan tidak segera datang.

“Bantuan itu kan sekarang harus di verifikasi dan di validasi, jadi tidak mudah juga prosesnya,” katanya.

Namun demikian diluar dugaan Kami, Kades Linggajaya menyatakan bahwa mereka punya stok untuk menjaga warganya dari wabah kelaparan.

“Alhamdulillah, Pak Bupati sudah mengirimkan bantuan ke masing-masing desa, beras 1 kwintal dan uang 2,5 juta rupiah. Ini modal modal buat Kami untuk membuat warga agar tidak kelaparan. Kita buatkan dapur umum,” katanya lagi.

Selanjutnya, Agus menyampaikan bahwa sambil menunggu bantuan dari Provinsi, Pusat, atau Kabupaten, Agus mengunjungi warganya dan memastikan tidak satu pun warga yang kesulitan makan.

Ketika Kami mengkonfirmasi tentang adanya warga yang mudik. Secara terus terang dia sampaikan, bahwa di desanya sebelumnya ada yang ODP. Namun setelah dilakukan karantina mandiri dan kemudian Rapid test, semuanya negatif.

“Ada, alhamdulillah setelah dilakukan rapid test, semuanya negatif,” tambahnya.

PSBB di Linggajaya

Sebagai kepada desa, Agus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Namun juga, tidak perlu panik. “Saya himbau masyarakat Desa Linggajaya untuk tidak panik,” katanya.

Agus juga mengajak masyarakat untuk taat azas. Taat aturan pemerintah. Jalankan social distancing, dan physical distancing. Agus juga mengajak masyarakat untuk melakukan Shalat Tarawih bersama, di rumah masing-masing, tidak di masjid atau mushola.

Bahkan katanya, di desa ini juga diadakan chek point, untuk melakukan test kesehatan masyarakatnya.

“Target Kami adalah mempertahankan status Kecamatan Cisitu yang saat ini termasuk Zona Hijau,” ungkapnya. (Rauf Nuryama)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 65
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    65
    Shares