TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Tragis, Setelah di Tolak Warga, Jenazah EF Tidak Punya Hak Dimakamkan di TPU Ini

TiNewss.com – Sungguh malang nian nasib seorang Nenek ini. EF berusia 71 tahun meninggal dunia dengan status Reaktif Rapid Test. Saat akan dimakamkan, ternyata ditolak oleh Warga Majalengka, tempat dimana keluarganya berasal.

Kemalangan juga masih berlanjut. EF, sesuai alamat KTP, ternyata tidak memiliki Hak lagi dimakamkan di TPU yang merupakan Fasum. Cerita berubah ketika kemudian Pemerintah Kabupaten Sumedang, turun tangan, hingga akhirnya di makamkan di TPU Cigugur.

Kabar meninggalnya Ny EF, dibenarkan oleh Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Corona Virus Desease 2019 Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri, kepada TiNewss.com, melalui saluran WhatsApp.

“Iya betul, ada seorang pasien yang meninggal dunia. Dengan status reaktif Rapidtest. Pasien ini belum tentu COVID-19, karena belum dilakukan SWAB Test. Pasien memang memiliki gejala, selain sakit dan sempat di rawat di RSU Pakwuon, Dia juga memiliki Riwayat perjalanan dari Bali. Almarhumah Meninggal kemarin (Red: Rabu, 21 oktober 2020) pukul 16:45, di RSUD Kabupaten Sumedang,” kata Iwa.

Pihak keluarga sebelumnya menyampaikan bahwa Almarhum akan di makamkan di Majalengka, namun kemudian pihak RSUD mendapat kabar yang bersangkutan di Tolak Warga Majalengka.

Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk, Almarhum ternyata tercatat di Salah satu perumahan di Kecamatan Sumedang Utara. Ketika di konfirmasi ke warga setempat, ternyata Almarhumah sudah meninggalkan rumah tersebut 2 tahun yang lalu, dan secara otomatis tidak memiliki hak (atas Fasum) di makamkan di TPU milik perumahan tersebut.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan laporan tersebut, Pihak Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Pak Camat Sumedang Utara, dikoordinasikan sehingga pada hari ini semuanya bisa diselesaikan. Almarhumah, sudah dilakukan pemularasaraan jenazah dan dimakamkan di TPU Cigugur,” tambah Iwa.

Iwa menambahkan, bahwa masyarakat kabupaten Sumedang sebagaimana disampaikan Bupati, harus mau menerima jenazah Covid-19. Tidak boleh ada yang menolak. Namun demikian, ternyata sebagaimana aturan yang ada, developer perumahan tersebut menyedakan Fasum hanya untuk pembeli dan penghuni.

“Berkat kesigapan Forkopimcam Sumedang Utara, Pak Camat, Pak Kapolsek, Pak Koramil pun datang ke lokasi pemakaman. Dan sudah selesai dengan aman sekira pukul 10:35 WIB. Oleh Petugas dari RSUD Kabupaten Sumedang dengan menggunakan protokol COVID-19,” pungkas Iwa.

Lebih lanjut, IWA menyampaikan bahwa COVID-19 belum aman, serta meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke Zona Merah jika tidak urgent sekali, serta untuk tetap menggunakan protokol kesehatan. (Jhon Adriansyah)*

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    33
    Shares