TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Tolong Ingatkan Bahayanya COVID-19! UGD Sudah Penuh

Demikian bunyi WA masuk ke No WA Redaksi TiNewss.com., pesan terusan dari seorang dokter yang sedang berjaga di salah satu Rumah Sakit di Sumedang.

Tak lama setelah itu, ada kabar seorang pasien meninggal dunia terkonfirmasi COVID-19. Berusia 60 tahun asal Desa Padasuka, kecamatan Sumedang Utara.

Masih menurut pesan tersebut, pemakaman akan dilakukan secara protokol kesehatan.

Tak lama lagi berselang, ada kabar pasien yang baru, sebut saja JN, yang datang jam 10 siang, jam 21 malamnya meninggal dunia. Pemakaman akan dilakukan dengan protokol kesehatan juga. Tanpa menyebut COVID-19 atau bukan, karena pemeriksaan pun sepertinya belum di jalankan.

Lalu kami buka data, dan….

Ada 4.469 orang di Sumedang terkonfirmasi COVID-19 sejak 22 Maret 2020 hingga Selasa (8/6/2021). Kenaikan signifikat terjadi sejak Januari 2021 hingga kini, dimana sejak 22 Maret 2020 hingga 31 Desember 2020 jumlah terkonfirmasi hanya kurang dari 1.000 orang saja.

Dari data tersebut 114 orang tercatat meninggal. Data ini tidak termasuk mereka yang belum jelas hasilnya tapi di makamkan menggunakan protokol kesehetanan. Juga tidak termasuk warga Sumedang yang meninggal dengan COVID-19 tapi bukan di Sumedang. Termasuk warga Sumedang yang meninggal dengan COVID-19 tapi kasus meninggalnya bukan di Sumedang, walaupun di makamkan di Sumedang.

Jadi angka 114 adalah mereka yang dengan status terkonfirmasi COVID-19, meninggal di Sumedang dan dimakamkan di Sumedang.

Jadi jika semua kasus meninggal dengan pemakaman menggunakan protokol kesehatan dikatagorikan sebagai kasus COVID-19, jumlahnya akan semakin banyak.

Jumlah terkonfirmasi pun, jumlahnya relative sedikit, karena tidak lagi ada pemeriksaan masif melakukan Test PCR. Jika dilakukan, bisa jadi jumlahnya akan semakin banyak.

Lalu buat apa mempublikasikan data tidak berguna ini karena menurut beberapa kalangan yang complain dengan berita kupad kopid wae.

Kami hanya ingin mengingatkan :

Anda boleh saja tidak peduli dengan Diri Sendiri, sehingga tidak menggunakan masker. Tidak cuci tangan, bahkan datang ke kerumunan, mungkin seperti kebiasaan lama, anda juga melakukan pertemuan tanpa jaga jarak dan lain sebagainya.

Itu hak Anda! Namun, ketika sudah berurusan dengan publik. Maka ada pelanggaran yang dikenakan oleh Penegak hukum, harus Anda nikmati.

Jadi, kalau Anda tidak lagi peduli dengan diri anda, minimal peduli dengan keluarga Anda. Namun jika tetap tidak peduli dengan keduanya, jangan membuat bahaya bagi yang lainnya. Itu saja. !!!***