TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Dr Iwa Kuswaeri, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Sumedang (Doc. TiNewss)

Terbaru: 10 Orang Terkonfirmasi Covid Di RSUD Sumedang

TiNewss.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sumedang mengumumkan kembali perkembangan covid-19 di Kabupaten Sumedang. Ada 11 orang terkonfirmasi Covid per hari ini berasal dari cluster RSUD Sumedang sebanyak 10 orang dan dari SWAB Masif sebanyak 1 orang.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri, kepada TiNewss.com.

“Telah terjadi penambahan jumlah terkonfirmasi Covid-19 pada hari ini Minggu (16/8/2020) sebanyak 10 orang dari cluster RSUD Sumedang,” kata Iwa.

Ke sepuluh warga tersebut adalah

  • Tn TK (70) Domisili di Kelurahan Kota Kulon Sumedang Selatan,
  • Ny DAR (56) domisili di Ciluenyi Kabupaten Bandung,
  • Ny ES domisili di Desa Sukawening Kecamatan Ganeas,
  • Ny CU (53) domisili Desa Ganeas Kecamatan Ganeas,
  • Tn AR (52) Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan,
  • Tn SUH (40) Komplek Jatihurip Sumedang Utara,
  • Tn MR (40) Domisili di Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan,
  • Ny SA (51) Desa Cijati Kecamatan Situraja,
  • Ny FN (24) Kelurahan Kota Kaler Kecamatan Sumedang Utara, serta
  • Tn AJ (53) Domisili di Desa Cinanjung Kecamatan Tanjungsari.

Semua kasus yang terkofirmasi hari ini merupakan Pasien Tanpa Gejala.

Adapun 1 orang lainnya yang merupakan hasill SWAB adalah Ny AS (67) Asal Cimanggung, karena ada kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Yang bersangkutan tanpa gejala sehingga melakukan isolasi Mandiri.

Dengan bertambahnya 11 Pasien Terkonfirmasi positif pada hari ini berarti sudah 78 tercatat sebagai kasus di Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah, hari ini ada 13 orang yang selesai menjalankan isolasi mandiri, sehingga dari 78 kasus, 1 meninggal, 36 kasus selesai isolasi atau perawatan dan sembuh, sedangkan sisanya 41 kasus dalam masa isolasi. 3 diantaranya di Rawat di RSUD Sumedang dan 38 Isolasi Mandiri,” terang Iwa.


Klaim Pemerintah Kabupaten Sumedang

Sekaitan dengan meningkatnya jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mengklaim bahwa banyaknya warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 sebagai sebuah keberhasilan melakukan SWAB TEST MASIF atau MASSAL yang dilakukan di tempat-tempat umum.

Lokasi yang menjadi target SWAB TEST MASIF atau MASSAL adalah PASAR TRADISIONAL, PASAR MODERN, TERMINAL, dan tempat keramaian lainnya.

Hasil dari operasi ini, GTPP mendapatkan data pasien positif di berbagai tempat dan mendapatkan data detail termasuk nama serta daerahnya. Data ini yang menjadi dasar kebijakan dalam pengendalian penyebaran virus.

“Atas dasar kesuksesan melakukan deteksi dini, melalui SWAB TEST MASIF, maka pemerintah dapat dengan mudah melakukan pencegahan penyebaran Covid-19,” terang Iwa.

“Bisa dibayangkan, jika tidak dilakukan SWAB TEST MASIF, tiba-tiba penyebaran membludak dan menjadi bom waktu,” tambahnya.

Perlu diketahui oleh Masyarakat Sumedang, bahwa orang yang terpapar Covid-19 bukanlah AIB. Mereka tidak boleh diasingkan, bahkan justru harus didukung dengan asupan gizi yang cukup, berolahraga bahkan berjemur dibawah mentari pagi. Agar imunitasnya semakin membaik. Tidak boleh ada yang membully atau pun dijauhi sebagai sanksi sosial.

“Di sisi lain, pasien yang terkonfirmasi Covid-19, sebaiknya patuh terhadap anjuran Pemerintah untuk melakukan isolasi mandiri. Hal ini penting bagi dirinya, keluarga bahkan lingkungan sosial masyarakat lainnya,” tutur Iwa.


Rasio Terkonfirmasi Per SWAB Menurut di Masa AKB

Pemerintah Kabupaten Sumedang menyampaikan juga bahwa banyaknya warga yang kini terpapar covid-19 hasil SWAB TEST MASIF, karena jumlah warga yang dilakukan test dalam masa AKB di Sumedang, lebih banyak dibandingkan dengan SWAB TEST yang dilakukan pada saat PSBB. Namun secara ratio justru menurun.

Saat menjalankan PSBB atau sebelum AKB dijalankan, Pemerintah menjalankan SWAB sebanyak 500 orang dengan jumlah hasil positif Covid-19 sebanyak 12 kasus atau sekitar 2 persen dari jumlah yang di SWAB. Sedangkan saat AKB, pemerintah sudah melakukan SWAB lebih dari 5.000 dan saat ini yang terkonfirmasi sebanyak 65 kasus baru atau hanya sebesar atau sebesar 1,3 Persen saja.

“Artinya terjadi penurunan terkonfirmasi Covid jika membandingkan angka jumlah terkonfirmasi Covid dengan Jumlah SWAB Test yang dijalankan, pada peridoe sebelum AKB,” jelasnya.

Namun demikian, bukan berarti dengan menurunnya rasio akan menurunkan jumlah terkonfirmasi Covid. Justru dengan semakin banyak, melakukan SWAB TEST akan semakin banyak yang terkonfirmasi Covid.

“Sehingga Kami akan terus mengawal, setelah pemetaan ini Kami diskusikan, dan keputusan terbaik untuk masyarakat Sumedang,” pungkasnya. (Jhon Adriansyah)

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    37
    Shares