TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Sumedang Terus Modern, Menuju Happy Digital Region

TiNewss.com – Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi babak baru bagi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Melihat kebijakan tersebut, seluruh instansi pemerintah wajib menerapkan SPBE atau yang lebih dikenal dengan e-Government termasuk Kabupaten Sumedang yang telah menerapkannya.

Penerapan SPBE menjadi suatu keharusan bagi pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian perubahan yang sangat penting dalam program Reformasi Birokrasi terutama dalam mewujudkan birokrasi berkelas dunia (World Class Government).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang sendiri telah menerapkan SPBE diantaranya dengan menyiapkan inovasi layanan publik yang terintegrasi melalui super aplikasi e-Office.

Aplikasi tersebut terus dikembangkan sehingga adanya akselerasi dalam penerapan SPBE yang pada akhirnya bermuara pada meningkatnya kualitas pelayanan masyarakat yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan, inovasi yang diinisiasinya itu berangkat dari Visi ‘Sumedang Simpati’ Tahun 2023 serta mimpi besar Bupati dan Wakil Bupati Sumedang untuk mewujudkan SumedangHappy Digital Region” dan “World Class Government“.

“Super aplikasi e-Office yang dibangun Tahun 2019 kini sudah efektif digunakan oleh perangkat daerah hingga kecamatan, bahkan sudah mulai dikembangkan sampai tingkat desa,” jelasnya.

Herman juga mengatakan, saat ini Kabupaten Sumedang menjadi daerah percontohan bagi daerah lain dalam penerapan aplikasi tersebut.

Inovasi e-Office, kini sudah mulai diterapkan dan direplikasi oleh kabupaten dan kota di Jawa Barat dan di seluruh Indonesia.

Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran telah melakukan studi banding untuk membangun aplikasi seperti yang Sumedang miliki ini. Sudah ada juga dari daerah lain yang konfirmasi ingin menerapkannya di daerah masing-masing,” sambungnya.

Sebelum super aplikasi e-Office dibangun, indeks SPBE di Kabupaten Sumedang tahun 2019 berada di angka 2,46. Untuk tahun 2021, dari target yang telah ditetapkan, indeks SPBE di Kabupaten Sumedang diproyeksikan masuk menjadi salah satu tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, Kasi Data Elektronik pada Diskominfosanditik Kabupaten Sumedang, Arif Syamsudin mengatakan, setelah pemberlakuan e-Office, dirasakan terjadinya perubahan secara masif pada tata kelola pemerintah di Kabupaten Sumedang.

“Ke depannya, konsep layanan e-Government di Kabupaten Sumedang akan serba ‘single window‘ dimana semua layanan tersedia dalam satu aplikasi,” terang Arif.

Ia pun menerangkan beberapa klasifikasi layanan e-Government yang diberikan, dimana yang pertama mencakup layanan Government to Government (G to G).

“Kalau layanan e-Government di Kabupaten Sumedang diklasifikasikan, pertama adalah G to G. Kita sudah menggunakan e-Office, dimana di sana sudah memungkinkan koordinasi, integrasi, data dan sistem pemerintahan. Misalnya komunikasi antar SKPD semuanya sudah lewat e-Office,” tuturmnya.

Lebih lanjut Arif, layanan aplikasi e-Office juga mencakup hubungan pemerintah dengan para karyawan atau G to E (Government to Employee).

Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mempermudah surat-menyurat urusan kedinasan, disposisi melalui tanda tangan digital dan absen karyawan.

“Seluruh ASN di Kabupaten Sumedang harus memiliki akun e-Office karena mulai absen, proses kerja, menerima surat, mengirim surat dan mendisposisi surat saat ini sudah menggunakan e-Office,” jelasnya.

Selain itu, khusus mencakup hubungan pemerintah dengan dunia usaha atau G to B (Government to Business), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang kini telah menyediakan layanan yang semuanya sudah menggunakan sistem berbasis elektronik.

“Sekarang kita juga sudah ada layanan seperti MPP untuk layanan bisnis, kemudian Si ICEU Mandiri untuk proses perizinan dan aplikasi lainnya. Semua sudah mengunakan sistem elektronik,” jelas Arif.

Dan yang terakhir, untuk layanan pemerintah kepada masyarakat atau G to C (Government to Community), Pemkab Sumedang telah menyediakan kanal atau aplikasi layanan masyarakat yang akan dihimpun dalam satu aplikasi yakni aplikasi Tahu Sumedang.

“Saat ini layanan masih terpisah-pisah. Ke depan konsepnya kita menginginkan cukup satu portal untuk semua layanan. Masyarakat cukup download aplikasi Tahu Sumedang nanti tersedia berbagai aplikasi di sana,” pungkasnya. (Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •