• Jumat, 22 Oktober 2021

Satgas COVID-19 Kabupaten Sumedang: BOR RSUD dan Positivity Rate di Bawah 1 Persen

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 17:02 WIB
Perkembangan Ksus COVID-19 Kabupaten Sumedang Per 8 Oktober 2021. BOR RSUD dan Positivity Rate di bawah 1 Persen. (SatgasCovid19_Sumedang)
Perkembangan Ksus COVID-19 Kabupaten Sumedang Per 8 Oktober 2021. BOR RSUD dan Positivity Rate di bawah 1 Persen. (SatgasCovid19_Sumedang)

 

TiNewss.com - Perkembangan terbaru monitoring kasus COVID-19 di Kabupaten Sumedang menunjukan angka cukup menggembirakan.

Bed Occupancy Ratio atau keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 pada Rumah Sakit Umum Daerah BOR RSUD Kabupaten Sumedang (BOR RSUD SUmedang) berada di bawah 1 persen.

Demikian pula Positivity Rate atau rasio warga terpapar COVID-19 juga sangat rendah yakni dibawah 1 persen.

Demikian disampaikan Ketua Divisi Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri kepada TiNewss.com pada Jumat (8/10/2021) sore.

 

Baca Juga: Kabar Gembira : Indonesia Menuju Bebas COVID, 98 Persen Lebih Masuk Zona Kuning

 

“Alhamdulillah per hari ini (8/10/2021) COVID-19 di Kabupaten Sumedang semakin terkendali dan landai, dimana BOR RSUD hanya 0,88 persen dan positivity rate hanya 0,84 persen,” ungkap Iwa.

Iwa juga mengkonfirmasi bahwa jumlah pasien yang di rawat di RSUD tersisa 1 orang saja. Adapun jumlah yang masih dalam perawatan sebanyak 13 orang dimana 12 orang diantaranya melakukan isolasi mandiri.

Lebih lanjut Iwa menyebut bahwa hari ini ada penambahan kasus baru sebanyak 1 orang, warga berasal dari Kecamatan Tanjungkerta. Dan ada warga yang selesai masa isolasi sebanyak 1 orang asal Cimalaka.

 

Baca Juga: Pelaksanaan Festival Kopi Sumedang Dilaksanakan Akhir Bulan Oktober 2021

 

Tidak ada warga yang meninggal karena kasus COVID-19 baik suspek maupun yang terkonfirmasi.

Dari data yang dikirmkan ke redaksi, terpantau masih ada 160 orang yang masuk katagori probable. Probabel dalam kasus COVID-19 diartikan sebagai orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA berat atau gagal nafas akibat aveoli paru-aru penuh cairan (ARDS) atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil laboratorium RT-PCR.

Dalam kesempatan tersebut Iwa juga menyebut bahwa COVID-19 masih belum aman.

 

Baca Juga: Buntut Ketidakpuasan Bobotoh Persib, tagar ReneOut Menggema

 

“Walapun menunjukan perkembangan yang landai, warga tetap harus hati-hati karena COVID-19 masih belum aman. Tetap Prokes dan jaga kesehatan,” pungkas iwa. (Rauf Nuryama)***

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X