• Minggu, 28 November 2021

PPKM Jawa Bali Diperpanjang, Kenapa Sumedang Masih Level 3?

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:31 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan Pengumuman Pemberlakukan PPKM ((doc TiNewss.com))
Presiden Jokowi saat memberikan Pengumuman Pemberlakukan PPKM ((doc TiNewss.com))

TiNewss.com – Presiden Jokowi akhirnya melakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali mulai 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021.

Tindak lanjut arahan presiden Jokowi ditindaklanjuti dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri No 47 Tahun 2021, dengan gambaran umum tidak ada lagi level 4, baru 1 yang berada di level 1 yakni Kabupaten Blitar di Jawa Timur sisanya berada di level 3 dan level 2.

Berdasarkan Inmendagri No 47 Tahun 2021, Kabupaten Sumedang masih berada di level 3. Kenapa? Padahal Kabupaten Sumedang mendapat penghargaan dari Presiden untuk percepatan menghabiskan Dosis Vaksinasi COVID-19.

Pada Diktum KESATU Inmendagri No 47 Tahun 2021 disebutkan bahwa di Jawa Barat yang masih level 3 adalah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasim Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, dan kabupaten Garut.

Baca Juga: Kabupaten Sumedang Capai Vaksinasi Terbaik SeJawa Barat

Sedangkan untuk level 2 di Jawa Barat justru Kabupaten yang sudah membuka diri dengan wisata seperti Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar dan Kota Cirebon.

Lalu kenapa Sumedang masih Level 3? Berikut dijelaskan dalam Diktum KEDUA Inmendagri No 47 tahun 2021.

Penjelasan pada DIKTUM KEDUA penurunan level dari level 3 ke level 2 adalah sebagai berikut:

“…. a. penurunan level Kabupaten/Kota dari level 3 (tiga) menjadi level 2 (dua), dengan capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) minimal sebesar 50% (lima puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 40% (empat puluh persen)…”

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Sumedang, Semakin Landai dan Terkendali

Selain faktor tersebut, Inmendagri juga menyebut pada DIKTUM KETIGA bahwa levelisasi dipengaruhi pula oleh Aglomerasi, dimana Kabupaten Sumedang masuk aglomerasi Bandung Raya.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka di Sumedang masih diberlakukan pembatasan level 3 dimana pembatasan dilakukan pada hal-hal sebagai berikut:


1. Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: 500 lebih Warga di Vaksinasi COVID di SMK Yappri Sumedang


2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) WFO bagi egawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja; Pelaksanaan kegiatan pada sector esensial seperti Keuangan, Pasar Modal, Teknologi Informasi, Perhotelan non karantina, industry beroerientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi maksimal 50 persen.


3. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai dengan Pukul 17.00 waktu setempat;


4. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat yang pengaturan teknisnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah; Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 (enam puluh) menit. Sedangkan untuk restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko atau area terbuka baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall diizinkan buka dengan ketentuan protokol Kesehatan Yang Ketat hingga pukul 21:00 waktu setempat, kapasitas maksimum 50 persen, satu meja maksimal 2 orang dan wajib mengunggunakan aplikasi peduli lindung.


5. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dibuka dengan ketentuan Masikum Kapasita 50 persen, Wajib menggunakan apliaksi peduli lindungi, dan penduduk dibawah usia 12 tahun dilarang masuk kecuali di beberapa kota diizinkan dengan pendampingan orangtua. Sedangkan untuk Bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan harus menggunakan aplikasi peduli lindungi. Kapasitas maksimum 50 persen, dibawah `12 tahun tidak bisa masuk,


6. Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 3 (tiga) dengan maksimal 50% (lima puluh persen) kapasitas atau 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama;


7. Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area public lainnya) ditutup sementara;


8. Akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk tempat wisata tertentu dengan ketentuan mengikuti Protokol Kesehatan yang di atur oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan, wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi, anak dibawah usia 12 tahun tidak bisa masuk, daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta penerapan ganjil genap.


9. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara, kecuali untuk kegiatan olahraga dilakukan pada ruang terbuka (outdoor) baik secara individu atau kelompok kecil maksimal 4 (empat) orang. Fasilitas olahraga di ruang terbuka diizinkan dibuka dengan jumlah orang 50% (lima puluh persen) dari kapasitas maksimal.


10. Akan dilakukan uji coba protokol kesehatan untuk fasilitas pusat kebugaran/gym dengan ketentuan sebagai berikut diantaranya fasilitas berlokasi di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten, dan seterusnya.


11. Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;


12. Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 (dua puluh) undangan dan tidak mengadakan makan di tempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;


13. Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama). (***)

 

 

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumedang Dapat DID 37 Miliar, Cek Untuk Apa Saja?

Rabu, 17 November 2021 | 06:00 WIB
X