• Minggu, 28 November 2021

PPKM Jawa Bali Diperpanjang, Kenapa Sumedang Masih Level 3?

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:31 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan Pengumuman Pemberlakukan PPKM ((doc TiNewss.com))
Presiden Jokowi saat memberikan Pengumuman Pemberlakukan PPKM ((doc TiNewss.com))

Baca Juga: Kasus COVID-19 di Sumedang, Semakin Landai dan Terkendali

Selain faktor tersebut, Inmendagri juga menyebut pada DIKTUM KETIGA bahwa levelisasi dipengaruhi pula oleh Aglomerasi, dimana Kabupaten Sumedang masuk aglomerasi Bandung Raya.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka di Sumedang masih diberlakukan pembatasan level 3 dimana pembatasan dilakukan pada hal-hal sebagai berikut:


1. Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Baca Juga: 500 lebih Warga di Vaksinasi COVID di SMK Yappri Sumedang


2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) WFO bagi egawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja; Pelaksanaan kegiatan pada sector esensial seperti Keuangan, Pasar Modal, Teknologi Informasi, Perhotelan non karantina, industry beroerientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi maksimal 50 persen.


3. Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan jam operasional sampai dengan Pukul 17.00 waktu setempat;


4. Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat yang pengaturan teknisnya dilakukan oleh Pemerintah Daerah; Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 (enam puluh) menit. Sedangkan untuk restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko atau area terbuka baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall diizinkan buka dengan ketentuan protokol Kesehatan Yang Ketat hingga pukul 21:00 waktu setempat, kapasitas maksimum 50 persen, satu meja maksimal 2 orang dan wajib mengunggunakan aplikasi peduli lindung.


5. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dibuka dengan ketentuan Masikum Kapasita 50 persen, Wajib menggunakan apliaksi peduli lindungi, dan penduduk dibawah usia 12 tahun dilarang masuk kecuali di beberapa kota diizinkan dengan pendampingan orangtua. Sedangkan untuk Bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan harus menggunakan aplikasi peduli lindungi. Kapasitas maksimum 50 persen, dibawah `12 tahun tidak bisa masuk,


6. Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 3 (tiga) dengan maksimal 50% (lima puluh persen) kapasitas atau 50 (lima puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dengan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama;

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sumedang Dapat DID 37 Miliar, Cek Untuk Apa Saja?

Rabu, 17 November 2021 | 06:00 WIB
X