• Kamis, 9 Desember 2021

Pemda Sumedang Transmigrasikan 19 KK ke Kalteng dan Aceh

- Senin, 4 Oktober 2021 | 18:24 WIB
Kepala Bidang Transmigrasi pada Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Usep Kamaruzaman  mengatakan 19 KK Siap di Transmigrasikan ke Aceh dan Kalteng (4/10/2021) (Asdar)
Kepala Bidang Transmigrasi pada Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Usep Kamaruzaman mengatakan 19 KK Siap di Transmigrasikan ke Aceh dan Kalteng (4/10/2021) (Asdar)

TiNewss.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang akan memberangkatkan 19 Kepala Keluarga (KK) ke Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Aceh untuk transmigrasi.

Pemberangkatan transmigran ini akan dilakukan pemerintah kabupaten Sumedang pada bulan November atau Desember 2021.

Menurut Kabid Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Usep Kamaruzaman, pemberangkatan ini akan dilakukan menunggu anggaran tersedia.

Demikian disampaikan Usep kepada TiNewss.com, Senin, (4/10/2021).

Baca Juga: Dua Orang PMI Asal Sumedang Terlantar Di Jordania, Berikut Penjelasan Disnaker

Lebih lanjut Usep mengatakan bahwa sebelum pembengarangkatan, para transmigran ini akan dididik selama seminggu di Tanjungsari.

"Kami sudah mempersiapkan untuk mendiklatkan para transmigran," ujarnya.

Usep juga mengatakan, kuota 19 KK atau sebanyak 76 jiwa itu, meruapakan kuota untuk 18 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hanya saja, semua kuota ini diambil oleh Sumedang.

Baca Juga: Anies Baswedan Belum Move On Dari Sumedang, Beliau Puji Sejarah Sunda Di Sumedang

Semua transmigran ini, semuanya adalah warga terdampak pembangunan waduk Jatigede. Mereka tersebar ke dua wilayah tujuan transmigrasi.

Sebanyak 13 KK atau sebanyak 52 jiwa akan transmigrasi ke UPT Sigulai, kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Dan sebanyak 6 KK atau 24 jiwa ke UPT Sumber Makmur, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut Usep berharap, bila pemerintah pusat masih membuka kesempatan untuk transmigrasi, Sumedang masih memiliki daftar tunggu yang akan berangkat transmigrasi. Mereka rata-rata berasal dari keluarga yang tidak memiliki lahan garapan.

"Masih ada sekitar 100 KK yang sudah siap mengikuti program transmigrasi," tegasnya.***

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X