• Minggu, 5 Desember 2021

Pertumbuhan Investasi di Jatinangor Pesat, Luput dari Antisipasi Pemerintah Daerah

- Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
Pertumbuhan Investasi di Jatinangor Pesat, Luput dari Antisipasi Pemerintah Daerah
Pertumbuhan Investasi di Jatinangor Pesat, Luput dari Antisipasi Pemerintah Daerah






TiNewss.com - Dengan disahkannya Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) melalui rapat paripurna DPRD kabupaten Sumedang, Rabu (25/9/21) merupakan angin segar bagi masyarakat di 5 (lima) wilayah kecamatan di wilayah Barat Sumedang. Kelima wilayah kecamatan tersebut adalah kecamatan Jatinangor, kecamatan Cimanggung, kecamatan Tanjungsari, kecamatan Pamulihan dan kecamatan Sukasari.





Menurut pakar ekonomi yang juga anggota DPRD Sumedang dari PAN, Asep Sumaryana bahwa Jatinangor kini telah menjelma menjadi “nukleus” baru bagi Kota Metropolitan Bandung.





Perkembangan kota lebih pesat dibanding regulasi yang mengaturnya. Swasta punya kalkulasi sendiri dan sering tidak sejalan dengan regulasi.





Jatinangor menjadi bagian dan atau menyempurnakan “Kota Metropolitan Bandung” . Sebagaimana nomenklatur saat ini bahwa metropolitan adalah kota dengan dua (2) atau lebih “central business distrik” (CBD). Dalam bahasa planologi kota metropolitan adalah kota dengan lebih dari dua (2) nukleus, pusat kota.





Menurut Asep, pertumbuhan investasi di Jatinangor pesat , luput dari radar pengamatan , analisa serta antisipasi pemerintahan daerah . Kini Jatinangor telah menjelma menjadi “nukleus” baru bagi Kota Metropolitan Bandung





"Pertumbuhan investasi di Jatinangor pesat, luput dari radar pengamatan, analisa serta antisipasi pemerintahan daerah . Kini Jatinangor telah menjelma menjadi “nukleus” baru bagi Kota Metropolitan Bandung," ujarnya kepada TiNewss.com.





Menurut Asep Sumaryana, nilai invetasi di Kabupaten Sumedang Rp 1,23 T (2019) dan Rp 1,18 (2020). Investasi ini terbesar 65 % nya merupakan investasi pemerintah berupa Jalan Tol dan Listrik PLN . Sisanya tersebar 30 % di KPJ, selebihnya di seputar Kota Lama Sumedang. Selain kuantitas minim juga investasi ini kurang berkualitas bagi pertumbuhan yang berkemakmuran. Hal ini bisa terlihat di Kota Lama Sumedang, selain minim investasi swasta, juga investasi usaha kecil masyarakat mengahadapi situasi market cannibalism.





Berdasarkan elaborasi data lebih rinci terhadap nilai per investasi, lanjut Asep, maka bisa dikatakan bahwa investasi pemerintah dan upaya promosi investasi sebelumnya hingga 2 tahun terakhir belum berkaitan dan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya tarik dan nilai investasi swasta dan masyarakat di Kabupaten Sumedang .





Asep juga mengatakan penerimaan pajak daerah tahun 2019 sebesar Rp 120 M didominasi dua kecamatan , masing Jatinangor Rp 53 M dan Cimanggung Rp 26 M atau 65 % dari Rp 120 M . Sisanya Rp 41M dihasilkan 24 kecamatan .





Berdasarkan nilai perolehan pajak dan besaran PDRB dari tax ratio to PDRB , maka Jatinangor – Cimanggung ini ibarat raksasa besar dibanding 24 kecamatan lainnya . Jatinangor sudah menjadi salah satu nukleus atau CBD dari Kota Metropolitan Bandung. "Jatinangor telah tumbuh secara alamiah menjadi “nukleus” atau CBD dan juga telah lama “dinikmati” bersama oleh pemerintahan pusat, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang," ujarnya. (TN101)***


Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X