Sumedang Akan Bangun Wisata Agro Buah Naga Di Lahan Kritis Tampomas

TiNewss.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang berupaya untuk menjadikan lahan kritis di sekitar Gunung Tampomas untuk menjadi arena wisata agro Buah Naga. Sehingga wisatawan dapat menikmati buah naga, dengan memetik sendiri dan menikmati Buah Naga yang Manis langsung di kebunnya.

Demikian terungkap dari paparan Bupati ketika menanggapi sesi tanya jawab yang disampaikan oleh Ketua Kelompok tani sekaligus pelaku usaha UKM, Simpay Tampomas, Sujana Kosim, asal Cibeureum Cimalaka.

“Ini akan indah sekali, kita siapkan tempat parkir dan akses yang memadai. Buatkan tiang-tiang baja untuk menopang pohon buah naga, dengan teratur dan menarik. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” terang Bupati sambil menyampaikan instruksi langsung agar Bappppeda Sumedang dapat segera melakukan persiapan dan perencanaanya.

Buah Naga yang dikelola oleh Sujana Kosim dan kawan-kawan di lahan kritis Tampomas, telah di Jual selain di dalam negeri juga ke luar negeri seperti Belanda dan Timur Tengah. Menurutnya, Buah Naga asal Tampomas ini, terasa lebih manis disbanding dengan buah naga lainnya karena berada di lahan yang kering sehingga kadar airnya sedikit.

“Sayangnya potensi yang besar untuk bisa ekspor Buah Naga, kami kekurangan daya karena kebutuhan akan lahan, bibit, serta biaya produksi setiap musimnya,” tutur Sujana yang juga anggota Forum UKM Digital Kreatif Indonesia (Fudiki) Cabang Sumedang, saat diterima Bupati bersama pelaku UKM lain, di Gedung Negara, Kamis Siang (13/8/2020).

Pertemuan antara Bupati dengan pelaku UKM dihadiri oleh Para Koordinator UKM dari beberapa Kecamatan, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang, Kepala Dinas Kominfosanditik, Kepala Bagian Ekonomi, Sekretaris Bappppeda, serta Ketua DPC Fudiki Cabang Sumedang, Asep Hidayat (Asep Wangobar).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyambut baik usulan dari peserta audiensi untuk membuat produk unggulan dari masing-masing Kecamatan. Seperti Kecamatan Jatinunggal yang akan membuat produk unggulan “Gula Merah Jatinunggal”.

“Tolong dipastikan saja, bahwa produksi Gula merahnya bisa memberikan added value. Agar bisa dijual dengan lebih berharga, bisa jadi souvenir tau oleh-oleh, sehingga berdampak baik memberikan kesejahteraan kepada pengrajin atau petani pembuat gula,” tuturnya. (Jhon Adriansyah)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 149
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    149
    Shares
%d blogger menyukai ini: