Setelah 16 Tahun, Lahan Kantor Kecamatan Jatinunggal Di Evaluasi

Tampak dalam Gambar, Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Daerah (PBD) pada Setda Kabupaten Sumedang, Dr. Asep D. Darmawan, saat melalukan monitoring di Jatinunggal, Kamis (24/9/2020) (Foto: Istimewa).

TiNewss.com – Kantor Kecamatan Jatinunggal yang menempati lahan carik milik Pemerintah Desa Pawenang (Jatinunggal), kini mulai mendapatkan titik terang. Setelah Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melakukan evaluasi sekaligus penertiban dan pengamanan Barang Milik Daerah (BMD).

Hal ini terungkap dari Dr. Asep D Darmawan, Kepala Bagian Pengelolaan Barang Milik Daerah (PBD) pada Setda Kabupaten Sumedang, dalam rapat pemantauan dan Pengamanan Barang Milik Daerah di Aula Kantor Desa Pawenang, Kamis (24/9/2020).

“Alhamdulillah sejak 2004 Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang membayar tanah carik desa Pawenang untuk lahan Kecamatan Jatinunggal dan terakhir membayar pada tahun 2009. Hari ini dapat dilakukan kesepakatan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Desa Pawenang untuk melakukan kesepakatan dan pengukuran lahan yang sudah di bayar oleh Pemda,” kata Asep.

Untuk diketahuhi, Kecamatan Jatinunggal sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Wado di lingkungan Kabupaten Sumedang. Kemudian mengalami pemisahan (pemekaran), sehingga dibutuhkan lahan untuk Kantor Kecamatan dan kantor-kantor pendukung lainnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Asep, bahwa Pemerintah Daerah telah melakukan Pembayaran sejak 2004 atau 16 tahun lalu, dan terakhir membayar 2009, baru kali ini dilakukan evaluasi. Asep yang menjabat Kabag PMD sejak tahun 2019 ini, mengungkapkan bahwa dirinya fokus untuk melakukan pendataan, penertiban dan pengamanan Barang Milik Daerah. Salah satunya adalah pengamanan lahan Kantor Kecamatan Jatinunggal.

Menurut Asep, dari total permohonan pemerintah daerah seluas 20.000 meter persegi,  sampai saat ini baru terbayar seluas 7.118 meter persegi. Dengan demikian masih ada 12.881 meter persegi yang memerlukan pembayaran.

Kesepakatan ini meliputi luasan yang sudah terbayar dan melakukan pengukuran atas tanah yang sudah terbayar. Ini adalah sebuah langkah baik, agar proses pencatatan barang milik daerah makin tertib. Sekarang sudah jelas batasnya, dan sudah jelas luasannya, yang nanti akan dilakukan pencatatan pada KIB (Kartu Inventaris Barang) Kecamatan Jatinunggal.

“Ini langkah awal yang baik untuk melakukan penertiban dan pengamanan BMD tanah,” ujarnya kepada TiNewss.com.

Dalam proses pengukuran, lanjutnya, semula tanah milik pemda dialokasikan pihak desa meliputi tanah yang sudah dipakai oleh masyarakat.  Dan ketika tim pengukur melakukan pengukuran, diperoleh data lapangan bahwa di tanah tersebut sudah berdiri rumah-rumah permanen yang menyulitkan Pemda untuk melakukan pemantauan. Oleh karenanya dilakukan musyawarah dengan pihak Desa Pawenang, agar patok tanah milik pemda digeser  ke batas  jalan yang menghubungkan dengan Puskesmas.

“Dan alhamdulillah pihak desa sepakat, karena selama ini masyarakat pengguna tanah tersebut sudah melalukan sewa dengan pihak Desa Pawenang,” jelasnya.

Dari depan, batasnya adalah tembok pagar lalu lurus ke belakang sampai selokan. Jadi lapang upacara sudah termasuk yang sudah milik pemda. Rumah dinas juga sudah masuk milik pemda. Sedangkan dari sampingnya mulai dari jalan yang ke puskemas  sampai koramil berbatasan dengan GOR.

“Dengan demikian ada beberapa bangunan pemda yang masih berada di tanah milik desa, seperti Puskesmas, TK PGRI, dan  beberapa kantor  UPTD,” katanya.

Lebih lajnjut Asep berharap ke depannya, sesuai dengan tuntutan Desa Pawenang, Pemerintah Kabupaten Sumedang dapat mengalokasikan anggaran untuk penggantian tanah desa yang terpakai tersebut. (Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    67
    Shares
%d blogger menyukai ini: