TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Sempat Dikarantina, Warga Mudik Lebaran: Dipulangkan!

Sumedang, TiNewss.com – Total sebanyak 21 warga yang mudik lebaran sempat dikarantina di perbatasan Sumedang pada malam Takbiran, kini bisa bernapas lega. Mereka, bisa pulang ke rumah masing-masing dengan tetap mengikuti persyaratan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.

 

Keputusan ini diambil oleh Manager Chek Point Songgom, Surian, Hari Tri Santosan, setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melakukan Rapid Test dan hasilnya non reaktif alias negatif ‘covid-19’.

 

Dikonfirmasi TiNewss.com, Hari Tri Santosa, yang juga sebagai Kadisparbudpora mengatakan bahwa mereka boleh pulang, Minggu (24/5/2020) malam ini.

 

Sebagaimana diketahui menjelang lebaran 1441 H, warga yang memaksa mudik menjadi viralnya di berita TiNewss.com.

 

 

Sikap tegas petugas check point, mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya Ketua Bawaslu Sumedang, Dr. Dadang Prihatna.

 

“Bagus, Tindakan tegas,” kata Dadang Singkat pada salah satu Group WA.

 

Hari, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Sumedang mengungkapkan bahwa total yang dikarantina dan dilakukan Rapid Test adalah sebanyak 21 orang.

 

“Alhamdulillah semuanya negatif,” tutur Hari.

 

“Terima kasih, untuk penjaga perbatasan Songgom, Tim Dinkes dan masyarakat yang rela untuk mengikuti rapid test,” tambah Hari.

 

Selanjutnya masih menurut Hari, sebagaimana SOP PSBB tahap ke 3 yang mudik dengan KTP Sumedang boleh masuk setelah di rapid test oleh puskesmas/labkes.

 

“Sesuai SOP PSBB, mereka boleh pulang. Mereka, pulang dan Kami sudah koordinasi dengan petugas Desa Siaga Corona,” kata Hari.

 

Hasil Rapid Test 21 Warga Mudik Lebaran di Perbatasan Sumedang, Check Point Songgom Kecamtan Surian., 24/5/2020. (Sumber: Hari Tri Santosa)

 

Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, yang dihubungi TiNewss.com, malam ini (24/5/2020) memberikan apresiasi kepada petugas yang tetap menjalankan aktivitasnya di tengah suasana lebaran 1441 H.

 

“Kami apresiasi petugas di lapangan. Walaupun mau Idul Fitri, tetap mereka bekerja untuk membatasi penyebaran Covid-19,” kata Bupati.

 

Terkait dengan dipulangkannya warga yang mudik lebaran, setelah sempat dilakukan karantina di Sekolah. Bupati menyatakan, bahwa karantina di sekolah tersebut sifatnya sementara, untuk menunggu di rapid test.

 

“Apabila rapid testnya reaktif di rujuk ke RSUD Sumedang. Dan apabila rapid testnya negatif atau non reaktif di koordinasikan dengan desa siaga corona untuk di data dan di pantau selama 14 hari melakukan isolasi mandiri,” kata Bupati.

 

Bupati juga menegaskan, bagi pemudik dengan KTP bukan Sumedang, semuanya tidak boleh masuk, dan harus putar balik.

 

“Sebagaimana laporan yang saya dapatkan, sejak dibuka PSBB tahap 3, atau baru 5 hari sampai saat ini, total 36.207 kendaraan yang diputar balik,” tuturnya.

 

Bupati terus mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada.

 

“Momen lebaran kali ini, kita optimalkan silaturahmi berbasis media Komunikasi. Hal ini untuk mengurangi kontak langsung. Karena kita tidak tahu, siapa menularkan siapa. Orang yang kelihatan sehat dan bugar, bisa jadi dia Carrier,” tutur Bupati. (Rauf Nuryama)*

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 78
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    78
    Shares