TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Selamat Hari Anak Sedunia 20 November, Budayakan Kearifan Global

Hari ini, 20 November 2020 diperingati sebagai World Childrens Days atau Hari Anak Sedunia. Hari Anak Sedunia merupakan hari untuk merayakan dan mempromosikan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Tujuannya untuk menghargai serta menghormati hak-hak yang harus diterima oleh seorang anak.

Banyak cara untuk merayakan Hari Anak Sedunia, satu di antaranya adalah dengan membagikan ucapan selamat Hari Anak Sedunia.

Terlebih lagi ucapan selamat Hari Anak Sedunia ini bisa dibagikan lewat media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, hingga Twitter.

Selain Hari Anak Sedunia, kita juga mengenal ada Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni. Di Indonesia sendiri, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Sahabat TiNewss.com.

Anak-anak adalah anak-anak. Bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Mereka harus diberikan haknya sebagai anak, perlakukan sebagai anak, jangan diangap seperti seorang dewasa seperti anda.

Zaman sekarang, dimana Semua Dunia dalam genggaman. Maka kebiasaan anak dengan gadget, handphone, computer dan internet tidak lagi bisa dipisahkan.

Mereka bisa belajar cepat, karena semua banyak di media. Mereka bisa bermain, karena banyak permainan tersedia. Semuanya tersedia dengan mudah, baik yang positif maupun yang negatif. Bagaimana pengaruhnya dengan budaya, dan kreativitas serta pergaulan sosial anak-anak nanti?

Ini, masalahnya. Kearifan lokal dalam era global adalah penting. Namun lebih baik jika kita gaungkan kearfian global, agar anak lebih bijak dengan apa yang baik dan apa yang mereka butuhkan. Mereka menjadi arif, karena anak harus dihargai. Hargai dengan pilihannya, dan arahkan pilihan mereka kepada hal yang baik.

Tugas para kakak-kakak dan orang tua, penuhkan konten di dunia maya dengan konten yang positif, agar lebih banyak postifnya. Viralkan semua yang postif agar mereka lebih kaya dengan muatan positifnya. Bukan sebaliknya.

Anak harus diselamatkan dari semua itu. Bukan dengan regulasi, aturan atau apapun yang terkait dengan atur mengatur. Karena semakin banyak aturan semakin banyak yang melanggar aturan itu.

Lebih baik, gaungkan saja, budayakan saja, oleh Ayah dan Ibu, agar anak bisa mendapatkan haknya. Sehingga muncul, anak lokal berwawasan Global, karena kearifan global yang dikedepankan. Bukan anak yang berwawasan lokal dalam kehidupan serba global. Paling tidak supaya tidak disebut kampungan. Tahunya hanya itu, alias KURUNG BATOK! Hehehe. (Red)*

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares