TiNewss.com - krisis identitas keral kali dialami oleh anak remaja. Wajar masa mereka masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.
Krisis identitas anak remaja itu paling ogah bin horor kalau denger kata-kata “Ngak gaul, katro, ndeso, nora, ngak update, disematkan kepada dirinya, apalagi dibilang “ngak laku alias nggak pacaran” exstrim banget.
Tidak sedikit para emak yang punya anak remaja ini merasa was-was kalau anaknya ngak ada yang ngapelin kalau malam minggu. Disangkanya nggak normal, itulah menside di masyarakat.
Pokonya bagaimana caranya sebutan di atas tadi jangan sampai melekat pada dirinya akhirnya banyak remaja yang meniru ini itu, dengan dalih nyobain. Kepo.
Baca Juga: Vladimir Putin Terkonfirmasi Tidak Akan Hadir Pada KTT G20 di Bali
Yang justru malah kebablasa. Niatnya pingin dibilang gaul, eh malah salah gaul.
krisis identitas dimuai dari gaul bebas yang kebablasan, kerjaannya nongkrong nggak jelas, icip-icip narkoba, minuman keras, pacaran yang sampai hilang keperawanan, hamil di luar nikah, tawuran, bahkan sampai bertindak kriminal.
Dulu ada Istilah cinta ditolak dukun bertindak, sekarang cinta ditolak pisau bertindak. Ngeri!
Belum lagi niru-niru cara berpakaian ala Barat yang kurang bahan, sobek sana sobek sini.
Baca Juga: Kemenperin Lakukan Sinergi Dengan BPKP Untuk Mengawal Produk Dalam Negeri
Bagi anak remaja Muslim dalam hal apapun tentu ada aturan mainnya dalam menjalani kehidupan.
Termasuk cara mengatasi agar anak remaja nggak krisis identitas, dijamin caspleng alias ampuh.
Pertama kenalkan asal dirinya
Renungkan kenapa kita ada di dunia ini? Karena Allah yang menjadikan kita ada lewat perantara kedua orang tua.
Artikel Terkait
Benarkah Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih Saat Sedang Hamil Tua, Siapa Nama Anaknya?
Siapa Bertanggungjawab? Tidak Satu pun Sekolah di Sumedang masuk dalam Top 1000 Sekolah di Indonesia
Salah Langkah? LTMPT Berubah Jadi Lembaga Pemeringkat 1000 Sekolah Terbaik, Kini Bubar
Kalkulasi Presdential Threshold Untuk Anies Baswedan Calon Presiden, Kalahkan Prabowo dan Puan
Dengki di Hati, Musuh Yang Harus Diperangi Diri Sendiri