• Rabu, 29 Juni 2022

Sholat Jum'at di Mushola Cisoka Sumedang Selatan, Suara Khotib Tiba-Tiba Hilang... Kasihan!

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:16 WIB
Pemandangan Pegunungan Cisoka Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat, 22/10/2021 (TiNewss)
Pemandangan Pegunungan Cisoka Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Jawa Barat, 22/10/2021 (TiNewss)

Cisoka merupakan sebuah kampung di pegunungan yang masih dekat dengan Kota Sumedang. Hanya hitungan jam, perjalanan menggunakan motor atau mobil bisa sampai pada daerah penghasil teh.

Ya Cisoka merupakan penghasil teh. Sisa-sisa kejayaan masa perkebunan teh zaman Belanda masih tersisa. Walaupun ulah manusia yang membuat Cisoka kini mulai merana. Perkebunan yang menjadi ikon Cisoka kini mulai hilang. Perambahan kebun teh untuk dijadikan obyek wisata sedikitnya akan mengganggu habitat kebun teh. Atau bahkan tidak ada upaya lagi memepertahankan atau bahkan memperluas kebun teh. 

Susah tampaknya membuat kebun teh, sama dengan di daerah lain, bukannya kebun teh makin meluas, malah makin menyempit. "Untung ada Belanda dulu, sehingga bisa ada kebun teh, jalan Anyer Panarukan dan jalan kereta api," kata orang tua yang berbicara sesama orang tua sambil merokok lintingan daun kawung

 

Baca Juga: Setelah Gubernur Anies Baswedan, Kini Mensos Tri Rismaharini Ziarah ke Makam Cut Nyak Dhien di Sumedang

 

Kembali ke Cisoka, Cisoka adalah sebuah kampung yang  masih ada di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan. Tidak jauh dari Kota Sumedang. Cisoka memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Pemandangannya yang indah dan suhu udaranya yang dingin, membuat Cisoka menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Sumedang.

Kehidupan masyarakatnya hampir sama dengan kehidupan masyarakat perkebunan yang lainnya. Mereka bertani, atau bahkan hanya sebagai buruh tani. Menurut tukang parkir di salah satu obyek wisata mengatakan bahwa pemilik lahan-lahan yang ada di Cisoka hampir semuanya milik orang kota, dan bahkan ada yang milik orang Bandung. "Orang Cisoka jarang yang punya tanah luas di sini," katanya.

"Emak punya tanah 8 patok tapi jauh di Gunung, masih di Cisoka tapi jalannya curam," timpal  ibu-ibu yang dipercaya untuk menjaga tiket masuk obyek wisata yang ada di Cisoka, seraya mengatakan bahwa kalau yang dipinggir jalan semuanya sudah milik orang kota.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Pasar Dgital, UMKM dan Kampung

Kamis, 3 Maret 2022 | 14:35 WIB

Belajar dari Perang Ukraina, Alutsista itu Penting

Minggu, 27 Februari 2022 | 05:45 WIB

Antara Petani, Padi dan Minyak Goreng

Sabtu, 5 Februari 2022 | 20:42 WIB

Halu dan Tikukur

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:27 WIB

Pariwisata dan Parkir

Minggu, 21 November 2021 | 08:14 WIB

Nge-Branding itu Tidak Mudah, Kawan!

Sabtu, 6 November 2021 | 19:52 WIB

Normal atau Serasa Normal

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Perubahan Warisan Budaya Jatigede

Sabtu, 25 September 2021 | 15:54 WIB

Kekuatan Imajinasi

Selasa, 21 September 2021 | 07:26 WIB

Tol teh Ibarat Telepon, Panyambung jeung Pamisah

Senin, 20 September 2021 | 07:35 WIB

Imajinasi, Pengetahuan dan Pencapaian

Minggu, 19 September 2021 | 09:08 WIB
X