• Sabtu, 16 Oktober 2021

Gunung Julang Mengajarkan Rela Tidak Menjulang Demi yang Lain Menjulang

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 06:29 WIB
Keberadaan Gunung Julang yang sudah tidak menjulang yang berlokasi di Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, (95/10/202, asdar) (TiNewss)
Keberadaan Gunung Julang yang sudah tidak menjulang yang berlokasi di Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, (95/10/202, asdar) (TiNewss)

Sudah menjadi rutinitas  pagi, sehabis sholat Shubuh selalu menyempatkan menulis, baik melalui handphone ataupun melalui laptop. Kebiasaan itu  sudah sangat lama. Sehabis menulis, barulah memberikan makan ayam, kelinci, lele, atau burung dan ikan. Hampir tiap hari beginilah rutinitas ini dilakukan, kecuali kalau ada pekerjaan pagi di luar rumah, kegiatan itu tidak dilakukan.

Nah hari Selasa (5/10/2021) kegiatan rutin itu tidak bisa dilakukan karena ada janji pagi-pagi dengan seseorang. Perjalanan yang melewati 5 kecamatan mengharuskan saya siap-siap dari pagi, apalagi konon medan jalan ke lokasi pertemuan sangat sulit.

Tepat di Pasir Hingkik Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang, perjalanan terhenti. Jalan tanah merah dan berdebu membuat teman saya tidak berani membawa mobil. Dia meminta saya untuk mengambil alih kemudi. Dan jadilah saya yang membawa mobil. Karena pengalaman  membawa mobil melewati jalan ke kampung yang rusak, tidak terlalu sulit bagi saya melalui jalan ini. Bahkan jalan ke kampung saya, lebih parah, ban mobil bisa langsung pecah terperosok ke selokan yang jalannya anjlok. Entah kapan jalan ke kampung saya juga bisa diperbaki, tidak jelas. 

 

Baca Juga: Jalan Lingkar Utara Jatigede Kabupaten Sumedang Segmen 4, Membuka Potensi Pariwisata Gunung Julang

 
Jalan ini, yang tanah merah ini, konon akan jadi Jalan Lingkar Utara Jatigede Segmen 4. Itu menurut berita di TiNewss.com. Mudah-mudahan bila ini terbukti, jalan tanah merah ini akan menghitam. Semoga.
 
Sampailah pada titik lokasi yang jadi pertemuan. Ternyata orang yang ditemui jauh dari kesan orang kaya. Penampilan dan sikapnya yang sederhana, tidak mencirikan sebagai orang kaya. Dia adalah H Oom Supriatna. 
 
Pertemuan dilakukan selama perjalanan. Di setiap titik, dia bercerita tentang sudut-sudut tanahnya. Menurut pengakuannya sudah memiliki 55 hektar tanah sepanjang Pasir Hingkik hingga di ujung.
 
Sampailah pada tempat penggilingan batu. Besar sekali. Menurut H. Oom Supriatna, batu itu dikirim ke proyek Kereta Cepat Indonesia China. 
 
 
 
 
Dari sini perjalanan berlanjut, tepat di ujung jurang. Bila terus ke bawah, jalannya licin, berdebu, berkelok dan masih jalan tanah merah. Ya itulah lembah jurang Gunung Julang.
 
Menurut H Ade, orang kepercayaan H Oom Supriatna yang mengantar ke Gunung Julang, bahwa bila doeloe melihat Gujung Julang, dulu harus mendongakkan kepala ke atas. 
 
"Pa, dulu kalau mau melihat Gunung Julang harus tanggah," katanya menegaskan.
 
Tanggah itu Bahasa Sunda. Artinya sama dengan mendongakkan kepala ke atas. 
 
Itulah Gunung Julang. Dia rela tidak lagi menjulang demi yang lain. Gunung Julang berkorban untuk Jatigede. WADUK JATIGEDE berdiri kokoh, Gunung Julang tinggal nama, bukan lagi Gunung. Gunung Julang sudah menjadi lembah. Bisa dikatakan Lembah Julang. Tapi apalah arti sebuah nama baru. Biarkan Gunung Julang tetap menyandang Gunung. Dalam literatur akan tercatat bahwa pernah ada Gunung disini, namanya Gunung Julang. Walau kini gunung itu telah tiada. 
 
Gunung Julang mewariskan pemandangan yang luar  biasa. Harta karun yang tidak ternilai. Keindahan alam Jatigede dari ketinggian, dengan hamparan bekas Gunung Julang sangat indah. Perlu sentuhan serius agar batu permata ini memiliki nilai.
 
Gunung Julang yang rela tidak menjulang, telah mewariskan keindahan alam yang luar biasa. 
 
Kita bisa belajar, tidak selamanya kita harus menjulang demi yang lain menjulang. Semoga!***

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Normal atau Serasa Normal

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Perubahan Warisan Budaya Jatigede

Sabtu, 25 September 2021 | 15:54 WIB

Kekuatan Imajinasi

Selasa, 21 September 2021 | 07:26 WIB

Tol teh Ibarat Telepon, Panyambung jeung Pamisah

Senin, 20 September 2021 | 07:35 WIB

Imajinasi, Pengetahuan dan Pencapaian

Minggu, 19 September 2021 | 09:08 WIB

Sistem Giliran Ojek Pangkalan dalam Organisasi

Selasa, 14 September 2021 | 07:06 WIB

Cilor, PTM dan PTMT

Jumat, 3 September 2021 | 07:00 WIB

Banjir dan Kemandirian

Kamis, 2 September 2021 | 07:00 WIB

Tunggul Hideung dan Mimpi

Rabu, 1 September 2021 | 08:26 WIB

Sumedang Pasti Bisa, Manajemen Sentuhan Hati

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 05:00 WIB

Waspada!

Kamis, 26 Agustus 2021 | 07:00 WIB

PPKM versus Merdeka

Selasa, 24 Agustus 2021 | 06:52 WIB

Mati Ketawa ala Ganjar, Mau Sindir Siapa?

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 06:56 WIB

Serba-Serbi Mudik Lebaran 2021

Sabtu, 15 Mei 2021 | 08:29 WIB

Bagaimana Memanage Staf di Bisnis

Sabtu, 17 April 2021 | 10:16 WIB

Ghosting

Minggu, 11 April 2021 | 13:00 WIB

Sukses itu, Bukan Kedudukan!

Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB

Mimpi, Usaha dan Takdir

Sabtu, 14 November 2020 | 19:47 WIB
X