TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Dr. Iwa Kuswaeri, Ketua Bidang Komunikasi Publik satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang

Perkembangan COVID-19 Terbaru Sumedang, 6 Orang Positif.

TiNewss.com  – Satuan Tugas Penanganan (STP) COVID-19 mewaspadai perkembangan penyebaran COVID-19 Kabupaten Sumedang. Hari ini kembali mencatat penambahan 6 kasus Baru terpapar positif COVID-19.

Demikian keterangan dari Ketua Bidang Komunikasi Publik STP COVID-19 Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri dalam siaran persnya pada Sabtu (28/11/2020) pukul 15.00 WIB.

“Ada 6 kasus baru, 6 diantaranya adalah 1 orang Wado tracing kontak erat, 1 orang Cimalaka screening, Jatinangor 2 orang rawat di fasyankes luar kabupaten, 2 orang kontak erat kasus luar,” terang Iwa kepada jurnalis TiNewss.com ketika dikonfirmasi lewat Whatshapnya.

Iwa juga menambahkan ada 8 orang hari ini terkonfirmasi sembuh atau selesai masa isolasi mandiri, diantaranya berasal dari kecamatan Jatinangor 4 orang, 1 orang Kecamatan Ganeas, 1 orang Kecamatan Wado, 1 orang Kecamatan Sumedang Utara
dan 1 orang Kecamatan Tanjungsari.

Berdasarkan data sampai hari ini, total terkonfirmasi COVID-19 mencapai 414 orang, meninggal dunia 17 orang, dan sembuh 352 orang, serta sebanyak 45 masih dirawat/isolasi diantaranya, 35 orang isolasi mandiri dan 10 orang dirawat dengan rincian 7 orang dirawat RSUD Sumedang serta 3 orang dari luar Sumedang.

Kabupaten Sumedang dalam penangan COVID-19 telah ditemukan sejumlah 1.209 orang Kasus Suspek, diantaranya dirawat atau diisolasi sebanyak 10 orang, Selesai perawatan sebanyak 1.185 orang
dan probable sebanyak 14 orang.

Sedangkan kasus pelaku perjalanan dalam pantauan Kabupaten Sumedang NIHIL. Dan dalam pantauan kontak erat sejumlah 291 orang.

Iwa juga menjelaskan bahwa sampai saat ini Kabupaten Sumedang telah melakukan pengujian Rapid Test yang telah dilaksanakan sebanyak 8.837 orang. Sedangkan Total spesimen PCR/SWAB sebanyak 10.513 orang.

Lebih lanjut Iwa mengatakan bahwa sejak (15/08/2020) Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang secara efektif mulai memberlakukan Perbup No. 74 Tahun 2020 tentang Penerapan Sanksi Administratif Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam Penanggulangan COVID-19 salah satunya adalah melakukan Penindakan.

Penindakan tersebut dilakukan oleh Satpol PP, Polri dan TNI atas nama Satuan Tugas dengan 120 orang personil untuk tingkat Kabupaten telah disiapkan dan dibantu 10 orang personil di masing-masing kecamatan.

Adapun sasaran lokasi atau jalur operasi Tim Kabupaten yang dimulai pukul 08.00 wib s.d. 13.00

  1. Tim 1 melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Alun-Alun Sumedang
  2. Tim 2 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif dengan Posko Taman Telur, Pasar Inpres Sumedang, Pelaku usaha di sepanjang jalan Sebelas April Sumedang; Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang; Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang; dan Kantor Camat Sumedang Utara; dan KUA Kecamatan Sumedang Utara.
  3. Tim 3 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Bundaran Alam Sari.
  4. Tim 4 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Bundaran Binokasih.

Operasi tersebut dengan Sasaran atau objek Pengenaan Sanksi Administratif meliputi warga yang tidak memakai masker, toko dan toko modern yang belum menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan, pengendara kendaraan roda dua yang tidak memakai masker, kendaraan pribadi atau dinas yang membawa penumpang melebihi kapasitas 50% dari kapasitas kendaraan, dan hal-hal lainnya.

Sedangkan Pengenaan sanksi meliputi, teguran lisan dan teguran tertulis dalam sanksi ringan. Sedangkan sanksi sedang dengan Jaminan Kartu Identitas, Kerja Sosial serta Pengumuman Secara Terbuka.

Adapun sanksi berat yaitu dengan Denda administratif Mulai Rp. 100 ribu-Rp. 500 ribu, Penghentian sementara kegiatan, Penghentian tetap kegiatan, Pembekuan izin usaha atau rekomendasi pembekuan izin usaha, Pencabutan sementara izin usaha atau rekomendasi Pencabutan sementara izin usaha dan juga Pencabutan izin usaha atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

Iwa berharap bahwa dengan adanya lonjakan terkonfirmasi COVID-19 mengajak agar untuk selalu disiplin dalam penerapan Protokol Kesehatan serta mengefektifkan kembali peran tokoh masyarakat, tokoh agama, Desa Siaga Corona sampai ke RT/RW Siaga dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Kita harus tetap waspada selama masa AKB ini,” tutupnya. (Andi Antoni)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •