TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Peringatan: Jangan Sampai Anda Kena COVID-19, Aib!

Berkali-kali Pemerintah menyatakan bahwa COVID-19 itu, pandemi Global. Bukan Aib. Nyatanya, orang yang kena COVID-19, dijauhi oleh masyarakat. Bahkan Keluarganya dikucilkan, dan terkadang mayat orang terkena COVID-19, dibiarkan. Biar Petugas yang melakukan pemulasaraan. Jangan sampai Anda Kena COVID-19.

Ini adalah peringatan.

Baru-baru ini di Sumedang, ada seorang Pasien Terkonfirmasi COVID-19 dan termasuk ke dalam OTG atau Orang Tanpa Gejala, Secara fisik sehat, padahal hasil pemeriksaan PCR terkonfirmasi positif Virus Corona.

Malang. Pegawai BUMN ini, tinggal di sebuah kontrakan yang kamar Mandinya bersama dengan penghuni yang lain. Terjadi Gejolak, yang membuat yang lain merasa tidak nyaman. Akhirnya harus di Isolasi Mandiri, ditempat lain.

Pemerintah sudah menyiapkan tempat dan ruang isolasi, sebuah Sekolah yang saat ini tidak dipakai untuk belajar. Ternyata terjadi juga gejolak, ditolak warga setempat.

Isolasi di Rumah Sakit itu, juga mahal harganya. Isolasi di Puskesmas, sama juga. Walapun Pemerintah memberikan jaminan perlindungan, nyatanya…. Kalau terlalu banyak yang harus dilayani, Pemerintah juga keteteran. Makanya, Jangan Terkena COVID-19.

COVID-19 adalah BUKAN AIB!

Harusnya demikian. Warga harusnya peduli. Mereka yang terkonfirmasi, semua fasilitasnya dijamin. Saling mendukung, kebutuhan makan, dan lain sebagainya di bantu. Mendukung untuk membuat yang bersangkutan Sehat kembali.

Tenaga Kesehatan, harus mendukung. Perawatan walaupun Isolasi Mandiri, harusnya diawasi dan terus dilakukan pemantauan, hingga selesai. Nyatanya, banyak komplain, selama Isoman tidak ada kunjungan dari Puskesmas. Bahkan Makan pun, tidak ada bantuan. Walaupun, laporan dari Camat dan Kepala Desa, mereka sebenarnya dibantu. Kan, Jadi Fitnah.

Jadi, COVID-19 ngariweuhkeun.

Membuat orang saling fitnah, saling bentak, saling menyalahkan. Gara-gara COVID, pemerintah harus membagikan bantuan sosial. Riweuh, banyak yang korupsi, hingga menteri sendiri korupsi, akhirnya di ganti.

Riweuh, gara-gara COVID-19, Ulama sampai dipenjara. Banyak pejabat di pecat dari jabatannya. Gubernur pada dipanggil polisi.

Gara-gara si COVID-19, Perkonomian ambruk. Masuk Adaptasi kebiasaan Baru agar ekonomi bisa jalan, ternyata malah membuat jumlah terkonfirmasi semakin banyak. Lebih Baik, Anda Jangan Kena COVID. Riweuh, dan bikin semua orang jengkel.

Gara-gara COVID-19 pula, Media pun di Bully. Petugas Satgas dibully, Petugas Rumah Sakit dibully. Aneh.

Karenanya, Jangan Kena COVID-19. Kalau bukan Aibmu, Aib orang lain jadi bahan Bullyan. (RNY)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares