TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Penting : Parkir Berlangganan Di Sumedang, Bayar Langganannya Kenali Seragam Juru Parkirnya

Juru Parkir Berlangganan (PB). Mereka dibekali dengan seragam sebanyak 2 buah. 1 diantaranya merupakan PDL dan satu lagi Batik lengkap dengan totopong.

TiNewss.com – Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melaksanakan Parkir Berlangganan sejak 1 April 2021 (lalu). Namun demikian, sejumlah tanya masih banyak disampaikan masyarakat. Termasuk, apakah di minimarket itu bayar parkir atau tidak? Kalau masih diminta uang parkir bagaimana? Petugasnya yang mana, soalnya seragam Juru Parkir (Jukir) macam-macam.

Itulah sekelumit yang menjadi bahan evaluasi dan juga sosialisasi.

Seorang warga saat ditemui jurnalis TiNewss mengungkapkan, kalau dirinya baru pulang dari salah satu minimarket, dan masih ditarik parkir oleh Jukir.

“Tadi saya ke ****mart, masih diminta parkir kang. Mungkin karena plat nomor saya D kali ya, padahal saya warga Sumedang asli,” uangkapnya.

Lebih lanjut, pria paruh baya yang mengaku berasal dari Situraja ini menyampaikan keluhan.

“Enak dong ya, tukang parkir sekarang. Sudah di gaji bulanan, tapi masih bisa tetap dapat harian dari lapangan,” tegasnya sambil pergi.

Beda warga beda juga masukannya. Seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya, menyebut selama ini dia keliling belanja untuk keperluan di warungnya. Mengeluh karena setiap titik banyak sekali petugas parkir. Dengan adanya parkir berlangganan, dia merasa senang karena bebannya menjadi berkurang.

“Alhamdulillah ya… program ini membantu saya secara pengeluaran menjadi lebih hemat. Saya kadang kalau belanja ke kota bisa 4-5 kali pindah tempat parkir. Hitung saja, kalau dua ribu sekali parkir bisa sepuluh ribu. Kalau di jumlah jamleh dalam satu bulan atau satu tahun banyak banget,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Herman Suwandi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Parkir Berlangganan masih terus dilakukan perbaikan dalam pelaksanaannya. Baik sosialisasi maupun kelengkapan sarana dan prasarana.

“Kita terus lakukan evaluasi dan perbaikan. Kami juga berharap bahwa program ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kalau masih ada kekurangan, mohon dimaklumi. Karena perubahan itu tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa,’ ungkap Herman.

Lebih lanjut Herman menjelaskan bahwa masyarakat harus mengenali petugas yang menjadi Juru Parkir Berlangganan (PB). Mereka dibekali dengan seragam sebanyak 2 buah. 1 diantaranya merupakan PDL dan satu lagi Batik lengkap dengan totopong, dalam rangka mendukung Sumedang Puseur Budaya Sunda sebagaimana saran dan masukan dari Dewan Kebudayaan Sumedang.

“Untuk seragam yang kedua, masih dalam proses produksi sedangkan seragam pertama sudah disitribusikan ke petugas,’ katanya.

Bagaimana jika Juru Parkir tidak menggunakan seragam (seperti tampak dalam foto)? Herman menyampaikan ada dua kemungkinan.

Pertama, bisa jadi yang bersangkutan adalah Juru Parkir yang merupakan Pajak Parkir. Atau Kedua bisa jadi mereka adalah Juru Parkir Liar. Alias Parkir palsu. Nah, untuk yang Juru Parkir liar itu, yang akan ditertibkan oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP Sumedang,” ungkap Herman.

Sedangkan terkait dengan petugas parkir yang sudah berseragam, namun masih meminta atau menerima uang parkir, Herman menyebut agar masyarakat lebih bijak.

“Kami memang menerima keluhan dari petugas. Yang biasanya membawa uang setiap hari ke rumah, sekarang jadi satu bulan sekali. Itu dari satu sisi yah…. Namun demikian, Kami berharap masyarakat pengguna jasa parkir harus ditumbuhkan kesadarannya untuk tidak memberikan uang ke juru parkir. Bayarlah parkir berlangganan ke tempat yang sudah ditentukan (Samsat),” kata Herman. (Adhi)*

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  • 277
  • 300
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    577
    Shares