TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Pemerintah Harus Serius Kendalikan Bencana

Pemerintah Harus Serius Kendalikan Bencana

Musim berganti, dari Kemarau Ke Hujan. Di Sumedang saja, sebagaimana disampaikan Kepala BPBD Sumedang ada 134 titik rawan bencana karena Alam yang harus diwaspadai. Setidaknya dalam beberapa hari ini, sudah ada beberapa lokasi yang longsor dan menimbulkan kerugian materil maupun imatteril.

Walaupun musim sudah berganti, Bencana Non Alam, yang sedang melanda Bumi, belum menunjukkan perubahan kapan berhenti. Bencana yang kemudian disebut dengan Pandemi COVID-19.

Kedua bencana ini, penting untuk di sikapi secara serius. Direncanakan dengan matang. Baik dari sisi pencegahan, pengendalian, penanganan yang terkena dampak. Setiap tindakan harus dilakukan secara serius, bukan hanya sekedar menunaikan kewajiban. Penangangan harus dijalankan dengan seksama, jangan hanya seremonial belaka.

Karena pentingnya masalah ini, Tinewss.com membahasnya lagi dalam editorials kali ini, walau sebelumnya Tinewss.com telah menayangkan editorials.

Untuk Kasus Bencana Alam, pemerintah setidaknya harus menyiapkan diri untuk meminimalisir terjadinya bencana, mulai dari penataan Gunung, aliran sungai dari selokan hingga sungai besar, termasuk menyediakan kolam penampungan atau danau buatan, hingga persiapan penanganan bencana secara cepat. Termasuk, penanganan mereka yang terkena dampak baik dari sisi kebutuhan makanan maupun kebutuhan pangan dan bantuan lainnya.

Untuk Kasus Bencana Non Alam, dalam hal ini penanganan COVID-19. Pemerintah sudah mulai longgar dalam pengawasan dan pengendalian. Sehingga dalam beberapa hari terakhir baik secara lokal, regional maupun nasional terjadi lonjakan yang signifikan.

Lonjakan yang signifikan ini tentu buah dari kebijakan sebelumnya yang merasa bahwa COVID-19 sudah terkendali penyebarannya, hingga ditetapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Sayangnya, penetapan AKB tidak serta merta di teladani oleh warga. Padahal dari sisi regulasi dan sosialisasi sudah dilakukan.

Perlukan diberlakukan kembali PSBB atau PSBM? Bagaimana dengan perkembangan ekonomi dan sosial, termasuk KBM anak-anak sekolah? Tentunya keseriusan dan manajemen bencana sangat dibutuhkan nyata, bukan hanya retorika. Hmmm! (Red)

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •