TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Pembangunan Titik Luar Kabupaten Sumedang

Pembangunan Titik Luar Kabupaten Sumedang, Segerakan!

2 Status di media sosial Facebook menjadi viral ketika bercerita tentang titik luar Kabupaten Sumedang. Pertama, status yang menceritakan tentang kecelakaan di jalan Sumedang Surian, sehingga mengakibatkan mobil tergelincir masuk jurang. Kedua, cerita seorang akun yang menuliskan kalau mau ke Sumedang dari Kadipaten Majalengka, tinggal lurus saja pakai kendaraan. Kalau mobil sudah goyang-goyang karena jalan rusak, berarti Anda sudah sampai di Sumedang.

Itulah dua status di media sosial facebook yang menjadi viral, karena menyangkut adanya keterbelakangan yang masih dirasakan oleh masyarakat di lokasi tersebut dalam pembangunan fisik khususnya Jalan (Akses).

Walaupun tidak sedikit yang kemudian mengkonfirmasi akun si penulis, kenyataan di lapangan khususnya di lokasi tersebut, saat ini kondisinya demikian. Jalan sempit dan curam menuju Surian, dan Jalan rusak di wilayah Kecamatan Tomo karena longsor ada pergerakan Tanah.

Pemerintah, ketika di konfirmasi sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di Surian. Jika saja tidak ada refocusing karena COVID-19, mungkin 2020 ini jalan tersebut sudah diperbaiki. Dan jalan raya Nasional di Kecamatan Tomo, merupakan Tanggungjawab Pemerintah Pusat. Pemerintah Kabupaten, tentu tetap memiliki tanggungjawab untuk mengusulkan perbaikan, pengawalan hingga benar-benar mulus.

Untuk diketahui, Kabupaten Sumedang, berbatasan dengan beberapa Kabupaten lain di Jawa Barat, yang secara geografis berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Garut.

Karena kedekatan akses dengan kabupaten luar, Telkom Indonesia sudah melakukan pemisahan Sumedang dibagi menjadi 4 wilayah area Telkom. Seperti 022 untuk sebagian yang masuk ke Bandung, 0232 untuk wilayah yang masuk ke area Majalengka, 0262 untuk wilayah yang masuk ke area Garut, serta Sumedang sendiri 0261.

Dengan pemisahan wilayah oleh Telkom, belum ada upaya Pemerintah untuk melakukan pengajuan agar ada perubahan kode area tersebut, Sehingga menjadi wilayah administratif sejalan dengan wilayah digital, dalam melakukan Branding Sumedang menuju Sumedang Digital Region. Masa, ngakunya orang Sumedang tetapi Nomor Teleponnya masuk ke Bandung, Majalengka, juga ke Garut. Aneh!!

Sebagai Kabupaten yang berbatasan dengan banyak kabupaten lain, Sumedang menjadi perlintasan dari Bandung Cirebon, Indramayu ke arah Tasik, dan jalur lainnya. Namun, sayangnya, beberapa lokasi wilayah Sumedang menjadi bermasalah karena pembangunan di titik luar Kabupaten Sumedang, menjadi Pekerjaan Rumah Pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memang sudah mengalokasikan pembangunan jalan cukup banyak pada Tahun 2019 misalnya mencapai 66 titik, namun untuk 2020 terhambat oleh COVID-19. Dengan statatemen netizen di medsos, kiranya perhatian dan focus ini perlu ditingkatkan. Agar percepatan, segara dirasakan.

Perhatian Pemerintah terhadap pembangunan titik luar, ternyata bukan hanya pembangunan fisik berupa jalan, juga pembangunan SDM-nya, termasuk kegiatan-kegiatan di wilayah titik luar, juga harus mendapatkannya.

Seorang warga yang berprofesi sebagai jurnalis, sempat mempertanyakan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan kegiatan Festival Jatigede. Menurutnya, kapan kegiatan besar dilaksanakan di Jatinangor? “Wilayah Barat tidak terperhatiakan,” katanya.

Padahal Kawasan Perkotaan Jatinangor, akan dibentuk. Gelombang protes masyarakat juga tidak dihindari, sehingga perlu kiranya kegiatan-kegiatan besar secara Nasional tidak melulu hanya Kecamatan tertentu atau Desa tertentu saja.

Namun demikian, Pemerintah tentu bukan harus menjadi satu-satunya yang dituntut. Kemampuan keuangan, harus juga dipertimbangkan. Karenanya, peran serta rakyat juga penting. Selain rakyat, para pengelola NGO, LSM, Asosiasi, Perkumpulan, organisasi Profesi harus berupaya untuk memaksimalkan pembangunan, baik fisik maupun pembangunan non fisik.

Bukan hanya berebut anggaran, namun bagaimana mencari angaran. Bagaimana mencari investor dan bantuan untuk membangun Sumedang. Peran Lembaga Pendidkan yang ada di Sumedang, seperti perguruan tinggi ternama, hingga kini baru sebatas cerita. Sebatas berita dipublikasi dimedia, belum dirasakan substansinya, hingga ada perubahan dalam menurunkan angka stunting atau pun angka putus sekolah.

Ini, Pekerjaan Rumah Bersama. Orang menyebutnya Pentahelix, yaitu ABCGM. Academy, Business, Community, Government and Media. Singkatnya, pentahelix adalah sinergitas antar stakeholder yang saling terkait untuk percepatan pembangunan. Sayangnya kemudian diplesetkan, pentahelix adalah rereongan karena tidak ada anggaran. Hmmm. *

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 103
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    103
    Shares