TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Peduli Longsor Cimanggung, AGSI Jabar Salurkan Bantuan

TiNewss.comPengurus Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Barat menunjukan rasa kepeduliannya terhadap bencana longsor di Cimanggung Kabupaten Sumedang , Rabu (27/1/2021).

Ketua AGSI Jawa Barat Yayan Salviana didampingi oleh ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah (MGMP) SMA se Kabuputen Sumedang Dr.Hj.Nunung Julaeha, M.Si beserta Guru-guru Sejarah se-Jawa Barat memberikan bantuan di posko SMAN 1 Cimanggung dan dampak dampak bencana longsor Cimanggung .

Agenda ini merupakan bagian dari keinginan organisasi ( AGSI ) untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan ini gerakan bukan hanya di gerakan di jawa barat saja namun ini Nasional. AGSI juga punya gerakan di Sulawesi dan Kalimantan,” jelasnya.

Yayan menjelaskan hasil dari melihat aplikasi SITABAH (Aplikasi kebencanaan Sumedang) dari kebutuhan pengungsi Cimanggung dari bahan bakunya sudah terpenuhi jadi dari pihak AGSI memberikan donasi berbentuk uang sebesar 21 juta seratus ribu rupiah.

“Sumbangan ini hasil dari guru-guru sejarah ada juga guru lain se- Indonesia ada juga dari Kalimantan , Papua , Sumatra dan daerah lainnya. Ada juga dari Yayasan Benteng Heritez kemudian dari KKS (Kerukunan Keluarga) Sulawesi Selatan dan Jayapura,” sambung Yayan .

Yayan, serta guru sejarah lainnya sempat melihat lokasi longsor di Cimanggung dan karena miris melihat longsoran tersebut terpikir harus banyak meng-edukasi ke muridnya tentang lingkungan.

“Mungkin ini Kami dari guru, ini tugas dari guru memberikan kepada para siswa untuk belajar tentang lingkungan. Dari pengamatan kita lihat dari posisi tersebut tidak pada tempat yang tepat ekologi,” tutur Yayan.

Ini adalah sebuah tugas para guru untuk mengingatkan para siswanya untuk dimasa depan apabila membeli rumah tidak memilih tempat atau rumah yang rentan longsor.

“Kita juga akan sampai guru-guru lain agar membekali siswanya belajar tidak hanya ilmunya saja tapi juga harus memperhatikan lingkungan dikaitkan dengan kondisi sekitar membaca kondisi sekitar dan sebagainya agar bisa menjaga lingkungan dengan baik,”kata Yayan.

Yayan beserta pengurus AGSI turut berduka atas kejadian bencana di Sumedang dan beberapa kejadian di daerah lainnya.

“Mudahan-mudahan untuk para korban longsor di Sumedang dapat terbantu dengan baik, terlokasi dengan baik oleh pemerintah setempat. Dan hanya mengingatkan kepada para korban agar ini jadi sebuah pelajaran untuk mereka agar bisa menyampaikan kepada anak-anak agar kejadian tidak terjadi lagi,”pungkas Yayan.

AGSI yang sudah terbentuk di 34 provinsi di Indonesia, selain memberikan bantuan untuk bencana Sumedang, ada juga untuk bencana di Sulawesi dan Kalimantan. (Adhi SH) ***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  • 19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares