TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Panduan Penyelenggaraan Idul Fitri di Sumedang Tahun 1442 H

TiNewss.com – Menunjuk Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 7 Tahun 2021, Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir, mengeluarkan Surat Edaran No 29 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri tahun 1442 H/ 2021 M saat Pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumedang. SE Bupati di keluarkan pada Selasa (11/5/2021).

Dalam SE tersebut, Bupati menyebutkan alasan panduan ini dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri.

Berikut panduan Salat Idul Fitri 1442 H / 2021 M di Kabupaten Sumedang :

  1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang diperintahkan agama, pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushala, dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Dilaksanakan secara terbatas maksimal 10% dari kapasitas masjid dan mushala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan;

b. Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian;
c. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushala;

  1. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H / 2021 M di daerah yang mengalami tingkat penyebaran COVID-19 tergolong tinggi (Zona Merah dan Zona Oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing;
  2. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H / 2021 M dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang DINYATAKAN AMAN dari COVID-19 yaitu Zona Hijau dan Zona
    Kuning;
  3. Penetapan zona resiko COVID-19 berdasarkan keputusan Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang;
  4. Dalam hal shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut :

a. Shalat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun shalat dan khutbah Idul Fitri diikuti oleh seluruh Jemaah yang hadir;
b. Jemaah shalat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah;
c. Panitia shalat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu (thermogun) untuk memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;
d. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan;
e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan;
f. Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit;
g. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;
h. Seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri, jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat-tangan dengan bersentuhan secara fisik;

  1. Panitia Hari Besar Islam/ Panitia Shalat Idul Fitri sebelum menggelar shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan Camat, Satgas Penanganan COVID-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui status zonasi, serta menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan COVID-19 dijalankan dengan baik, aman dan terkendali;
  2. Silaturahim dalam rangka Idul Fitri hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal Bihalal di lingkungan kantor atau komunitas;
  3. Untuk menghindari kerumunan, dihimbau agar tidak melaksanakan ziarah kubur ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) sampai dengan tanggal 16 Mei 2021;
  4. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrim COVID-19 seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif COVID-19, adanya mutasi varian baru virus corona di Kabupaten Sumedang, maka pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat. (Red)***