TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

sumber: foto profil WA atas nama Iis Kartika

Pakai Masker Tetap Di Denda di Sumedang, Warga Bandung Viral

TiNewss.com – Seorang wanita membagikan videonya hingga ramai di media sosial. Video berdurasi 22 detik tersebut menyebutkan bahwa wanita itu dikenakan denda, padahal menggunakan masker.

Demikian disampaikan seorang wanita, yang diketahui bernama Iis Kartika, warga Kecamatan Cijawura Kota Bandung.

“Iya.. Hanya di Sumedang pakai masker tapi didenda. Maenya (masa) minum kudu (harus) pakai masker? Dendanya cuman dua puluh lima ribu. Dua puluh lima ribu di kali 100 orang geus sabaraha coba? Pakai masker tapi tetep di… denda!,” katanya dalam video tersebut.

Dihubungi melalui WhatsApp, Iis menjelaskan dirinya diberhentikan oleh Polisi dalam Operasi Gabungan yang sedang sedang melakukan operasi di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, pada Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 14:00 WIB.

Saat Iis diberhentikan, dirinya mengaku menggunakan masker. Hanya saja, masker yang digunakannya berada di dagu, dengan alasan baru selesai minum.

“Iya, Saya di dalam mobil. Pengen minum. Masker diturunkan. Masa minum pakai masker…. Nah, kelihatan sama polisi. Lalu dibilang, itu tidak pakai masker. Harusnya, diperingatkan saja. Bukan di denda,” kata Iis melalui pesan suara yang dikirim ke redaksi TiNewss.com

“Ini juga langsung pakai masker lagi. Ini mah kita harus bayar Denda. Dendanya juga harus milih,mau yang 25 ribu atau yang 100 gitu? Loh, pak kita kan pakai masker?” tambah Iis.

Lebih lanjut Iis juga meminta bahwa ini tidak perlu didenda. Karena dirinya mengenakan masker. Cukup diberikan teguran atau peringatan saja. Iis juga tidak mempermasalahkan dengan denda yang 25 ribu, jika dirinya memang tidak menggunakan masker.

“Enggak logika gitu kan, lucu… jadina teh. Kok segitunya, harusnya diberi peringatan, jangan sampai masuk ke denda… gitu. Kita mah bukan owel dengan uang segitu. Tadi juga, yang di denda banyak yang pakai masker. Cuma kebetulan maskernya nggak dimulut gitu,” katanya.

“Dan yang lebih lucunya lagi, kita dendanya milih gitu… mau yang dua puluh lima ribu atau yang seratus ribu. Ketika kita tanya, Dia tidak menggubris dan tidak mendengarkan. Tetep mengisi formulir, tetep mengisi data. Tetep kita harus bayar Dua Puluh Lima Ribu. Itu pilihan terakhir,” tambahnya.

Iis juga menyampaikan bahwa kata orang-orang, bisa saja ditawar.

“Kata orang-orang di luar sana, da enggak bayar segitu. Nanti bisa nego. bahkan 5 ribu juga mau nerima dendanya…. Yang nggak bisa kita terima itu, karena kita pakai masker tapi tetap kena denda,” pungkas Iis.

Penjelasan SatpolPP Kabupaten Sumedang

Menanggapi viralnya video berdurasi 22 detik tersebut, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah pada Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kabupaten Sumedang, Yan Mahal Rizal, menyampaikan klarifikasinya.

Kepada Redaksi, Rizal menyebut bahwa yang bersangkutan melanggar pasal 4 ayat 3 yang berbunyi “Tidak menggunakan masker secara benar di ruang publik.”

Rizal juga telah melakukan konfirmasi kepada petugas, yang menyatakan bahwa tidak mungkin yang pakai masker secara benar di BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

“95 Persen dari pelanggar bukan tidak bawa masker, tapi cara make (menggunakan) maskernya yang kurang benar,” jelas Rizal menirukan petugas di lapangan posko Alun-alun (depan MPP) Sumedang.

“Pihak kepolisian yang memutuskan pelanggar bersalah, tentu punya karena melakukan analisa dan punya alasan. Pelanggar tersebut kena operasi, karena menggunakan masker dengan cara yang tidak benar,” tandasnya.

Rizal tidak menampik ketika ada pernyataan Iis yang menyatakan keheranannya dengan denda yang bisa milih, 25 atau 100 ribu.

“Denda tersebut adalah Maksimal 100 ribu bagi perorangan. Jadi tidak ada minimalnya. Ini sesuai dengan tingkat pelanggaran dan juga situasi dilapangan. Jadi tidak perlu heran. Dan perlu dicatat, bahwa seluruh denda tersebut masuk ke Kas Daerah,” tegas Rizal.

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa penegakan Perbup No 5 Tahun 2021 dan Kepbup Sumedang No 29 tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di Kabupaten Sumedang adalah dalam rangka Penanganan COVID-19.

Hal yang penting dan sangat mendasar adalah perlindungan terhadap masyarakat. Terhadap kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Untuk keamanan diri sendiri maupun kemananan orang lain, agar terhidar dari COVID-19 serta untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Sedangkan, denda itu adalah untuk menumbuhkan efek jera. Sebelumnya selama 6 bulan terakhir, Kami melakukan edukasi serta denda yang sangat lunak yakni dengan teguran atau peringatan. Sayangnya, COVID-19 masih terus tinggi, dan masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Jadi, saat ini sudah bukan waktunya lagi edukasi atau peringatan. Ini, sudah sangat bahaya. Denda, harus dilakukan, agar ada efek jera. Karena banyak yang abai,” jelas Rizal dengan tegas.


Perkembangan COVID-19 di Sumedang

Pertumbuhan COVID-19 di Kabupaten Sumedang terus bertambah. Bahkan dalam suasana PSBB yang berlaku sejak tanggal 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Hari ini, (15/1/2021) Pihak Satgas COVID-19 mengungkapkan telah terjadi penambahan Terkonfirmasi COVID sebanyak 19 orang.

“Dari 19 orang tersebut, 11 orang di antaranya berasal dari Kecamatan Tanjungsari,” kata Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19, Dr. Iwa Kuswaeri.

Selain terjadi penambahan kasus terkonfirmasi, terjadi pengurangan pasien rawat dan isolasi mandiri yang sembuh sebanyak 22 orang.

“Sehingga secara agregat, jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 128 orang. Sedangkan secara total, jumlah terkonfirmasi COVID-19 di Sumedang mencapai 1.241 orang” kata Iwa yang juga Kepala Dinas Kominfosanditik Kabupaten Sumedang.

Berdasarkan data statistik, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 50 orang. (Red).***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 53
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    53
    Shares