Muhasabah di Hari Maulid Nabi: Mereka yang Terusir dari Telaga Al-Kautsar

- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 08:30 WIB
Memperingari Maulid Nabi Muhammad SAW: Bermuhasabah agar tidak terusir dari Telaga Al-Kautsar. (Foto: freepik/freepik)
Memperingari Maulid Nabi Muhammad SAW: Bermuhasabah agar tidak terusir dari Telaga Al-Kautsar. (Foto: freepik/freepik)
 
TiNewss.com--Bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, melakukan muhasabah merupakan kegiatan positif yang harus dilakukan umat Islam. Setiap umat hendaknya bermuhasabah agar kelak di akhirat nanti akan meminum air dari telaga Al Kautsar.
 
Muhasabah atau intospeksi diri saat Maulid Nabi ini, diharapkan akan menjauhkan diri agar tidak  terusir dari Telaga Al-Kautsar.
 
Hadits tentang Telaga Al-Kautsar diriwayatkan dalam banyak jalur, antara lain terdapat dalam Hadits Imam Bukhari (Nomor 7049 dan 7051), Imam Muslim (Nomor 400 dan 2300), dan Hadits Imam Abu Daud (Nomor 4749).
 
 
Dalam Hadits Imam Muslim disebutkan:
 
Suatu hari Rasulullah SAW tertidur sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Para sahabat bertanya: "Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Baru saja diturunkan kepadaku satu Surah.” Kemudian Nabi SAW membacakan Surah itu:
 
"Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) Al-Kautsar. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sungguh orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari Rahmat Allah).” 
(QS. Al Kautsar: 1-3). Kemudian Beliau bersabda: “Tahukah kamu apa Al-Kautsar?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
 
Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia adalah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, di atasnya terdapat kebaikan yang banyak, yaitu telaga yang akan didatangi umatku pada hari Kiamat, bejananya sejumlah bintang di langit. Lalu ada seorang hamba yang ditarik darinya. Maka aku pun berkata: “Yaa Rabbi, sesunggunya ia termasuk umatku.” Allah Berfirman: “Engkau tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelahmu.” 
 
 
Sedangkan dalam Hadits Imam Bukhari disebutkan lebih tegas, siapakah mereka yang terhalang/terusir dari Telaga Al-Kautsar? 
 
إِنَّهُمْ مِنِّى، فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى
 
“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.”
 
Pada Hari Penghakiman kelak, setiap manusia akan dibangkitkan dalam keadaan kepanasan dan kehausan yang sangat. Para pengikut Nabi Muhammad SAW akan pergi kepada Rasulullah SAW, dan beliau akan memberi minum kepada umatnya. Tapi ada kaum yang ditolak tidak dapat minum air itu. 
 
 
Mereka akan berkata: "Kami adalah Muslim, kenapa engkau tidak memberi kami minum?" Beliau bersabda: "Kalian mengubah agama sesudahku, jadi tidak ada air untuk kalian." 
 
Sesungguhnya beliau SAW memberikan peringatan yang lebih besar dari itu. Beliau bernubuwah bahwa kalian akan meninggalkanku dan mengikuti mereka yang datang sebelummu selangkah demi selangkah, hingga seandainya mereka masuk lubang biawak, kalian tetap akan mengikutinya. 
 
Para sahabat bertanya: "Siapakah mereka yang engkau maksud wahai Rasulullah? Apakah engkau merujuk kepada kaum Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi kalau bukan mereka".
 
Begitulah nubuwahnya, bahwa suatu hari kaum Yahudi dan Kristen akan beraliansi (membentuk gerakan zionis dan menciptakan peradaban Barat) akan memberi pengaruh yang sangat kuat kepada dunia Islam, hingga pelan-pelan umat Islam dibawa ke lubang biawak dan tidak lagi berada di jalan keteladanan Rasulullah SAW.
 
Hari ini 12 Rabi'ul Awwal, di hari kelahiran Rasulullah SAW, saatnya kita merenung, apakah kita masih setia berada di jalan _uswatun hasanah_ hingga berhak atas Syafa'at Rasulullah SAW untuk meminun air Telaga Al-Kautsar, ataukah kita sudah berada di lubang biawak?***

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Alasan Perlu Belajar Adab Dulu Sebelum Ilmu

Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB

Liberalisme Biang HIV/AIDS Makin Menggurita

Senin, 12 Desember 2022 | 19:29 WIB

Impor Beras Teratasi dengan Ketahanan Pangan Islami

Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:27 WIB

Demokrasi Menyuburkan Penista Agama

Senin, 5 Desember 2022 | 10:41 WIB

Puncak Hari Guru Nasional 2022, Guru di Era Kekinian

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:45 WIB

SELINGKUH, Kunci Membahagiakan Diri

Selasa, 1 November 2022 | 07:39 WIB

Niru Siapa?

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:58 WIB

Menolak Kaya!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Mendidik, Tak Bisa Mendadak!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Mutu atau Mati, Lesti Memilih 'Mati'!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Momen Sejarah Penting Yang Menandai Fase Akhir Zaman

Senin, 10 Oktober 2022 | 05:49 WIB
X