Memelihara Warisan Leluhur Kearifan Lokal Tarawangsa Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

- Jumat, 9 September 2022 | 14:01 WIB
Peserta didik menari diiringi alunan musik Tarawangsa (TiNewss/Nunung)
Peserta didik menari diiringi alunan musik Tarawangsa (TiNewss/Nunung)

TiNewss.Com - Mulai tahun 2022, dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka, selain melalui kebijakan Program Sekolah Penggerak, setiap sekolah diberi kesempatan untuk memilih implementasi Kurikulum Merdeka melalui tiga pilihan, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.

Bagi sekolah yang memilih Mandiri Belajar dalam implementasinya tetap menggunakan Kurikulum Merdeka akan tetapi sudah mengimplementasikan prinsip-prinsip dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian struktur kurikulum dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan terdapat program Intrakurikuler, Ekstrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Baca Juga: Netizen Berharap MenPAN RB Azwar Anas Angkat Pegawai Honorer jadi ASN

Berbeda dengan kegiatan intrakurikuler yang mengacu kepada KI-KD, dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila yang terdiri dari Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Berkebhinekaan global, Bergotong royong, Kreatif, Bernalar kritis, dan Mandiri.

Dengan demikian Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar , diharapkan karakter peserta didik semakin kuat dan terbentuk, yang melekat pada dirinya tidak hanya ketika berstatus sebagai pelajar, tetapi juga melekat pada dirinya sepanjang hayat.

Dalam implementasinya, terdapat tujuh tema yang bisa dipilih dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu, Gaya Hidup Berkelanjutan, Kewirausahaan, Kearifan Lokal, Rekayasa dan Teknologi, Bhineka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya dan Suara Demokrasi. Khusus untuk SMK ditambah lagi satu tema yaitu Kebekerjaan.

Baca Juga: Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Fraksi PKS DPRD Sumedang: Kebijakan Yang Sangat Dzolim

Dalam menentukan tema untuk projek, diawali terlebih dahulu dengan analisis terhadap kebutuhan peserta didik, analisis konteks sekolah serta ketersediaan sumber daya manusia dan kondisi sarana dan prasarana serta sinergis dengan potensi keunggulan daerah.

Kemudian langkah selajutnya membentuk tim projek, menentukan jam serta menyusun modul projek itu sendiri. Yang tidak kalah pentingnya adalah menentukan jadwal kegiatan agar sinergis dengan program-program sekolah lainnya.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Alasan Perlu Belajar Adab Dulu Sebelum Ilmu

Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB

Liberalisme Biang HIV/AIDS Makin Menggurita

Senin, 12 Desember 2022 | 19:29 WIB

Impor Beras Teratasi dengan Ketahanan Pangan Islami

Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:27 WIB

Demokrasi Menyuburkan Penista Agama

Senin, 5 Desember 2022 | 10:41 WIB

Puncak Hari Guru Nasional 2022, Guru di Era Kekinian

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:45 WIB

SELINGKUH, Kunci Membahagiakan Diri

Selasa, 1 November 2022 | 07:39 WIB

Niru Siapa?

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:58 WIB

Menolak Kaya!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Mendidik, Tak Bisa Mendadak!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Mutu atau Mati, Lesti Memilih 'Mati'!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Momen Sejarah Penting Yang Menandai Fase Akhir Zaman

Senin, 10 Oktober 2022 | 05:49 WIB
X