Pentingnya Menjadi Guru Pelopor Literasi

- Senin, 25 Juli 2022 | 18:25 WIB

TiNewss.Com - GURU dalam etimologi bahasa Sunda adalah akronim dari kata digugu berarti didengar, dipatuhi, dan ditiru berarti dicontoh. Itulah gambaran ideal tentang guru, seorang yang harus memberikan suri teladan yang baik kepada peserta didik.

Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, atau sebatas menyampaikan informasi saja di kelas pada saat jam pelajaran berlangsung kemudian pergi,melainkan mampu memberikan edukasi berbasis literasi Karena di era informasi seperti saat ini, guru harus mampu mengimbangi lajunya perkembangan teknologi terhadap peserta didik.

Bila kita melihat saat ini siswa sangat mudah mendapatkan informasi mengenai apapun. Hanya berbekal gawai dan jaringan internet, mereka dapat dengan lincah berselancar di dunia maya untuk mencari informasi apapun yang mereka inginkan,untuk itu penting sosok seorang guru memilki kemampuan cakap literasi guna mengimbangi kemampuan siswa dalam proses pembelajaran Lalu, apa itu Literasi?.

literasi berasal dari bahasa Latin literatus yang artinya adalah orang yang belajar. Selain itu, dalam bahasa latin dikenal dengan littera yaitu huruf.Adapun istilah literasi dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Inggris literacy. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca.

literasi sangat erat sekali hubungannya dengan proses membaca dan menulis.Namun demikian, makna literasi sebenarnya memiliki pemahaman yang lebih kompleks dan dinamis, tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis saja. Akan tetapi lebih kepada kemampuan mengolah, menganalisa dan memahami informasi dari bahan bacaan serta mampu mengomunikasikan kembali melalui tulisan.

Kemampuan guru dalam mencari, menemukan, dan menentukan sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan disebut dengan kemampuan literasi. Modal utama seorang guru adalah kemampuan literasi yang tinggi dalam mewujudkan guru yang kreatif, inovatif, dan inspiratif.

Seiring dengan perkembangan zaman, pesatnya ilmu pengetahuan, dan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, maka kemampuan literasi tidak terbatas pada membaca, menulis dan menghitung. Lebih dari itu, menurut National Institute for Literacy, literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Oleh karena itu, kemampuan guru dalam bidang literasi harus ditingkatkan seperti kemampuan memahami teks, mengolaborasi, menghubungkan serta menganalisis teks untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih menyenangkan.

Analisis teks dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dibutuhkan buku teks sebagai acuan dalam memberikan rangkaian materi kepada peserta didik. Hal ini diatur dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 2 Tahun 2008, pasal 1 Ayat 3 menyatakan bahwa buku teks pelajaran pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi yang selanjutnya disebut buku teks

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Terkini

3 Alasan Perlu Belajar Adab Dulu Sebelum Ilmu

Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB

Liberalisme Biang HIV/AIDS Makin Menggurita

Senin, 12 Desember 2022 | 19:29 WIB

Impor Beras Teratasi dengan Ketahanan Pangan Islami

Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:27 WIB

Demokrasi Menyuburkan Penista Agama

Senin, 5 Desember 2022 | 10:41 WIB

Puncak Hari Guru Nasional 2022, Guru di Era Kekinian

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:45 WIB

SELINGKUH, Kunci Membahagiakan Diri

Selasa, 1 November 2022 | 07:39 WIB

Niru Siapa?

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:58 WIB

Menolak Kaya!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Mendidik, Tak Bisa Mendadak!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Mutu atau Mati, Lesti Memilih 'Mati'!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Momen Sejarah Penting Yang Menandai Fase Akhir Zaman

Senin, 10 Oktober 2022 | 05:49 WIB
X