• Selasa, 4 Oktober 2022

Bahaya Pergaulan Bebas dan Solusinya

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:44 WIB

TiNewss.Com - Sungguh mengejutkan! Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan survei tentang pergaulan bebas yang dilakukan kepada 60 remaja di bahwa 14 tahun. Dari survei tersebut, ditemukan bahwa 56 persen dari 60 responden mengaku sudah pernah melakukan seks atau hubungan badan. (republika. co. id, 06/07/22)

Mengapa hari ini, begitu mudah kita temui potret kehidupan remaja yang kental dengan pergaulan bebas? Padahal, dipandang dari berbagai kaca mata manapun, seks bebas semestinya tidak boleh dibiarkan. Secara kesehatan, seks bebas beresiko menularkan penyakit-penyakit berbahaya semisal HIV/AIDS. Maka sejalan dengan terus meningkatnya aktivitas seks bebas, meningkat pula kasus HIV/AIDS.

Angka positif HIV di Kota Cirebon tembus 1.800 kasus dan 300 kasus di antaranya berstatus AIDS. Menurut Sekretaris Dinas Kesehatan Majalengka Agus Susanto disertai Kepala Seksi P2P Dede Pranoto, penambahan kasus HIV/AIDS setiap tahunnya cukup banyak. Hampir seluruhnya penularan akibat hubungan seksual terlarang. (pikiran-rakyat. com, 12/07/22)

Dipandang dari sisi agama, pergaulan bebas tentu bertentangan. Dalam Islam, mendekati zina saja tidak boleh, apalagi berzinanya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT (artinya): "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk" (QS. Al Isra': 32)

Namun hari ini, pacaran sudah menjadi gaya hidup para remaja. Nggak pacaran, nggak gaul! Mereka tidak merasa malu-malu berinteraksi dengan lawan jenis. Berduaan, pegangan tangan, pelukan, di tempat sepi bahkan di keramaian pun berani. Semua sudah biasa, bukan hal asing lagi.

Mengapa Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun para pemudanya memiliki gaya hidup yang jauh dari aturan Islam? Besar kemungkinan, ini akibat dari adanya liberalisasi lifestyle di tengah-tengah masyarakat. Kita yang mayoritas muslim, dikondisikan untuk berkiblat pada gaya hidup dan budaya Barat yang penuh dengan kebebasan.

Coba saja tanya pada para remaja, siapa yang menjadi idola mereka. Rata-rata mereka mengidolakan publik figur Korea atau Amerika. Atau, mereka mengidolakan publik figur dalam negeri yang life stylenya tidak jauh berbeda dengan Barat.

Para remaja akan sangat terpengaruh dalam segala sisi oleh idola mereka. Dalam hal berpakaian, makanan, cara bergaul dan lain sebagainya akan mengikuti sang idola. Mereka terperosok pada gaya hedonis dan arus kebebasan yang sengaja dijejalkan oleh Barat ke tengah-tengah kaum muslim.

Apalagi di zaman yang serba canggih seperti hari ini, dengan mudah para remaja mengakses segala hal. Situs-situs dewasa pun bertebaran di mana-mana. Jika tidak diatur dengan jelas dan tegas, maka akan sangat merusak pemikiran dan perilaku generasi.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Terkini

Penting Diketahui, Inilah 6 Keutamaan Salat Dhuha

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 07:39 WIB

Pentingnya Menjadi Guru Pelopor Literasi

Senin, 25 Juli 2022 | 18:25 WIB

Bahaya Pergaulan Bebas dan Solusinya

Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:44 WIB

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Harga Minyak Goreng Memanas, Ini Solusinya

Kamis, 9 Juni 2022 | 18:54 WIB
X