Tahun Pelajaran Baru Dengan Beragam Pilihan Dalam Kurikulum Merdeka

- Selasa, 5 Juli 2022 | 19:00 WIB
Sumber belajar di luar kelas dalam Kurikulum Merdeka (TiNewss/Nunung)
Sumber belajar di luar kelas dalam Kurikulum Merdeka (TiNewss/Nunung)

Kurikulum yang digunakan secara umum di Indonesia sampai dewasa ini adalah Kurikulum 2013 yang mulai diberlakukan sejak tahun 2013. Sejak terjadi pandemi Covid-19, hampir dua tahun, pembelajaran dilakukan secara daring, dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran covid 19, dengan tidak mengabaikan kualitas pembelajaran itu sendiri agar tujuan pendidikan tetap tercapai.

Pembelajaran yang dilakukan secara daring, mendorong pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan yang salah satu diantaranya penyederhanakan kurikulum (Kurikulum Darurat) itu sendiri, dengan memangkas beberapa kompetensi dasar yang menyesuaikan dengan pengurangan jam pelajaran selama pembelajaran daring.

Pembelajaran yang dilakukan secara daring berakibat kepada pentingnya penyediaan media online dengan perangkatnya daya dukungnya, serta peningkatan sumber daya guru dalam penggunaannya.

Berbagai persoalan yang muncul selama pembelajaran daring, tidak hanya terbatas pada penyediaan sarana prasarana saja, tetapi juga kompetensi guru dalam penguasaan teknologi digital dalam pembelajaran yang dirasakan belum merata.

Akan tetapi dari aspek peserta didik dalam pemanfaatan dan penguasaan teknologi pembelajaran dengan berbagai platform pembelajaran tidak lagi menjadi kendala utama. Hal ini dikarenakan peserta didik sebagai generasi milenial merupakan kelompok pengguna teknologi terbesar di Indonesia yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Persoalan lain yang muncul adalah dalam pembentukan dan penguatan karakter peserta didik yang disebabkan hubungan guru dengan peserta didik semakin terbatas.

Sehingga pasca berakhirnya pandemi covid 19, memasuki tahun pelajaran baru 2022-2023 dengan rencana pembelajaran tatap muka utuh (100%), menjadi tanggung jawab semua pihak bahwa aspek pembentukan dan penguatan karakter peserta didik harus menjadi prioritas sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Terkait hal itu sejak tahun 2021 pemerintah sudah memberlakukan kurikulum bagi kurang lebih 2500 Sekolah Penggerak di Indonesia dengan menitik beratkan pada kepentingan peserta didik.

Pada bulan Pebruari 2022 kurikulum yang sudah diberlakukan melalui Program Sekolah Penggerak secara resmi menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka yang digunakan di Sekolah Penggerak, diawali dengan proses seleksi bagi Kepala Sekolah dan sekolah calon Sekolah Penggerak.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Terkini

3 Alasan Perlu Belajar Adab Dulu Sebelum Ilmu

Selasa, 20 Desember 2022 | 14:35 WIB

Liberalisme Biang HIV/AIDS Makin Menggurita

Senin, 12 Desember 2022 | 19:29 WIB

Impor Beras Teratasi dengan Ketahanan Pangan Islami

Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:27 WIB

Demokrasi Menyuburkan Penista Agama

Senin, 5 Desember 2022 | 10:41 WIB

Puncak Hari Guru Nasional 2022, Guru di Era Kekinian

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:45 WIB

SELINGKUH, Kunci Membahagiakan Diri

Selasa, 1 November 2022 | 07:39 WIB

Niru Siapa?

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:58 WIB

Menolak Kaya!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Mendidik, Tak Bisa Mendadak!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Mutu atau Mati, Lesti Memilih 'Mati'!

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Momen Sejarah Penting Yang Menandai Fase Akhir Zaman

Senin, 10 Oktober 2022 | 05:49 WIB
X