• Senin, 5 Desember 2022

Belajar dari Perang Ukraina, Alutsista itu Penting

- Minggu, 27 Februari 2022 | 05:45 WIB
Jet Tempur Rusia Semakin Ganas menyerang Ukraina
Jet Tempur Rusia Semakin Ganas menyerang Ukraina

Serangan Rusia terhadap Ukraina membuat Ukraina lumpuh. KIEV hampir dikuasai Rusia. Kantor kepolisian seperti yang viral di twitter sudah dikuasai Rusia, bahkan bendera Rusia sudah dikibarkan di depan kantornya.

Pertempuran sangat tidak seimbang. Ini mirip Irak ketika dibombardir sekutu dan akhirnya Sadam Husein tewas. Namun Irak, waktu itu masih memberikan perlawanan, ada sisa-sisa persenjataan walaupun sebelumnya di embargo.

Baca Juga: Hati-Hati Liburan, Selain Hujan ada Juga Angin Kencang

Ukraina tampaknya tidak memiliki persenjataan yang cukup. Bisa jadi terbentuknya negara Ukraina dari pecahan Uni Soviet, tidak mementingkan alutsista. Jadi seperti yang kita lihat sekarang. Serangan roket tidak dibalas roket. Serangan rudal tidak dibalas dengan anti rudal. Tidak terbayang kalau Rusia sudah mengerahkan semua kekuatannya. Pasti tidak akan lama untuk menguasai Ukraina.

Dari perang Ukraina, bisa belajar bahwa alutsista di zaman modern sekalipun masih sangat dibutuhkan. Keamanan negara menjadi penting. Karena negara lain tidak akan ada yang menolong. Buktinya Ukraina saja tidak ada yang mau membantu.

Karena membantu negara lain yang berperang, bisa kena getahnya. Apalagi sekelas Rusia yang merupakan negara super power, sisa-sisa Uni Soviet masih sangat kuat.

Baca Juga: 4 Arahan Presiden Joko Widodo dalam Upaya Memulihkan Dunia Kerja, Inilah Arahannya!

Bahkan kecanggihan alutsista harus makin luar biasa. Tidak bisa sebuah negara tidak melengkapi persenjataannya. Ancaman sebuah negara bukan hanya dari luar negeri saja, tetapi dalam negeri bisa jadi ada. Kalau negara lemah dari sisi alutsista, keamanan dan stabilitas negara akan terganggu.

Segelintir orang mungkin ada yang menganggap alutsista tidak penting. Tetapi bila serangan datang secara tiba-tiba, bisa kocar kacir. Tidak bisa serangan roket dibalas dengan bom molotov. Atau tidak seimbang bila serangan rudal ditahan dengan bambu runcing.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Pasar Dgital, UMKM dan Kampung

Kamis, 3 Maret 2022 | 14:35 WIB

Belajar dari Perang Ukraina, Alutsista itu Penting

Minggu, 27 Februari 2022 | 05:45 WIB

Antara Petani, Padi dan Minyak Goreng

Sabtu, 5 Februari 2022 | 20:42 WIB

Halu dan Tikukur

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:27 WIB

Pariwisata dan Parkir

Minggu, 21 November 2021 | 08:14 WIB

Nge-Branding itu Tidak Mudah, Kawan!

Sabtu, 6 November 2021 | 19:52 WIB
X