• Jumat, 12 Agustus 2022

Momen Paling Penting dalam Sejarah Yahudi: Asal-Usul Teori Konspirasi

- Kamis, 3 Februari 2022 | 07:12 WIB
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd:  Kosmologi Islam  : Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-18) (TiNewss/Rauf)
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd: Kosmologi Islam : Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-18) (TiNewss/Rauf)

Jika dia seorang Yahudi, mereka akan mengakui Muhammad SAW sebagai Rasul. Tapi dia orang Arab. Jadi mereka tidak mau menerimanya. Orang Yanudi mengklaim sebagai umat pilihan Tuhan, dan selain mereka, termasuk orang Arab, adalah umat kelas bawah. Mereka memang memiliki ego rasial yang sangat tinggi sampai hari ini. 

Mereka juga berkeras menolaknya, karena jika Muhammad yang orang Arab adalah seorang Rasul, implikasinya adalah kitab mereka, Taurat, berisi kebohongan-kebohongan, dan mereka belum siap untuk menerima kenyataan bahwa Kitab Sucinya telah ditulis ulang, sehingga telah banyak berisi kebohongan.

(Untuk mendalami subjek ini direkomendasikan membaca buku Richard Freedman, berijazah S3 dari Harvard dalam bidang keilmuan Bibel, yang telah menulis buku berjudul: Who Wrote the Bible?. Dalam buku itu, Freedman membenarkan apa yang Allah nyatakan dalam Alquran. Dengan membaca buku ini kita akan mengerti kegundahan dan kebingungan para Rabi itu). 

Allah dan para penghuni langit telah menunggu momen ini, yaitu momen ketika mereka menolak kerasulan Muhammad SAW.

Momen itu adalah satu-satunya pintu ampunan bagi mereka: jika mereka mengakui dan menerimanya, Allah akan mengampuninya. 

عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يَّرْحَمَكُمْ ۚ وَاِ نْ عُدْتُّمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكٰفِرِيْنَ حَصِيْرًا

"Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang kafir." (QS. Al-Isra': 8).

Namun mereka menolaknya, dan mereka mengetahui bahwa pintu ampunan sejak itu telah tertutup bagi mereka. 

Itulah sebabnya mereka telah dicap oleh Allah sebagai _al-maghdhub_, "mereka yang dimurkai" (QS. Al-Fatihah: 7).

Selain perubahan hukuman bagi pelaku zina dan perubahan arah kiblat, juga ditetapkan syariat baru tentang puasa, sehingga setelah itu umat Islam benar-benar terpisah dan berbeda dengan umat Yahudi. 

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X