• Minggu, 27 November 2022

Kosmologi Islam: Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-20)

- Senin, 31 Januari 2022 | 06:56 WIB
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd:  Kosmologi Islam  : Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-18) (TiNewss/Rauf)
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd: Kosmologi Islam : Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-18) (TiNewss/Rauf)
 
“Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; barang siapa yang dapat melihat (dan mengenali Kebenaran itu), maka (manfaatnya) untuk jiwanya sendiri, dan barang siapa yang buta (tidak melihat Kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).”
(QS. al-An'am: 104).
 
Tersingkapnya Selubung Yerusalem (2/2)
 
Saat penulis mengenali Yerusalem sebagai 'Kota" itu, kemudian menjadi jelas bahwa selubung yang menutupi Yerusalem dalam Alquran diangkat, hanya saat Ya'juj dan Ma'juj dilepas, dan saat akhirnya mereka turun dari setiap ketinggian atau menyebar ke segala arah, yang berarti mereka menguasai dunia dalam
Tatanan Dunia Ya'juj dan Ma'juj. 
 
Kembalinya umat Yahudi Bani Israel ke Tanah Suci mengkonfirmasi bahwa Ya'juj dan Ma'juj telah dilepas, dan telah turun dari setiap ketinggian, atau telah menyebar ke segala arah, dan karena itu, telah mengendalikan dunia. 
 
Dengan demikian, Tatanan yang sekarang menguasai dunia adalah Tatanan Dunia Ya'juj dan Ma'juj. Sesungguhnya, Ya'juj dan Ma'juj adalah pihak yang membuat umat Yahudi kembali ke Tanah Suci.
 
Sekarang kita dapat mengantisipasi rencana besar Dajjal al-Masih Palsu yang akan terus meyakinkan umat Yahudi bahwa dia akan membawa mereka kembali kepada Masa Emas. 
 
Rencana besar itu tampaknya dimulai saat Dajjal beraksi dari Inggris untuk mengubah Peradaban Eropa menjadi Peradaban Pasca-Kristen dan pada intinya tidak bertuhan (sekuler), dan "memberkahinya" dengan kekuatan untuk mencapai tujuan apa pun yang dipilih untuk dikejar. Kemudian mereka menciptakan gerakan Zionis. Zionisme kemudian mendirikan Negara Israel. 
 
Rencana mereka sepertinya akan berlanjut untuk menjadikan umat Yahudi sebagai penguasa seluruh wilayah Tanah Suci, dan kemudian menguasai dunia. Itulah
yang harus dilakukan Dajjal agar umat Yahudi menerimanya sebagai al-Masih. 
 
Jika mereka menguasai suatu wilayah maka mereka juga harus menguasai harta dan airnya. 
 
Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan hubungan antara Dajjal dengan Riba, dan antara Ya'juj dan Ma'juj dengan air.
 
Sekarang umat Yahudi Bani Israel telah kembali ke Tanah Suci. Kembalinya mereka tidak akan mungkin terjadi tanpa Peradaban Barat Modern, dengan Inggris memainkan peran yang paling menonjol. 
 
Dengan demikian, sekarang menjadi jelas bahwa bukan hanya Dajjal al-Masih Palsu yang telah dilepaskan, dan yang telah memulai aksinya  dari "Pulau" Inggris, tetapi juga Ya'juj dan Ma'juj, yang berlokasi di Peradaban Eropa.
 
Misteri Yerusalem dalam Alquran dipersulit dengan kenyataan bahwa Kitab suci kadangkala menunjuk Kota "Yerusalem" sama dengan "Tanah Suci (seperti dalam surat al-Anbiya: 95-96), dan kemudian menunjuk "Tanah Suci"
secara misterius sama dengan "Yerusalem". 
 
Contohnya dalam Surah Bani Israil (atau al-Isra), Alquran menyatakan takdir Bani Israel bahwa mereka akan melakukan Fasad (kejahatan yang merusak) di Tanah Suci (al-Ard al-Muqaddasah) dua kali. Tetapi Alquran tidak menyebutkan nama Tanah Suci dalam Ayat tersebut, melainkan Alquran menyebutnya dengan sederhana dan penuh teka-teki sebagai "Bumi" atau "Tanah‟ (al-Ard):
 
"Dan Kami sampaikan peringatan (yang jelas) kepada Bani Israel dalam Kitab (Alquran) bahwa mereka akan melakukan Fasad dua kali di "Bumi" dan berbangga diri dengan kesombongan yang besar (dan dua kali mereka akan dihukum)!”
(QS. Bani Israil: 4).
 
Kemudian saat Alquran menyampaikan topik yang sangat penting tentang syarat-syarat bagi orang-orang yang mewarisi Tanah Suci, lagi-lagi Alquran menunjuknya dengan sederhana dan penuh teka-teki sebagai "Bumi" atau "Tanah", dan tidak sebagai "Tanah Suci":
 
"Dan sungguh, telah Kami Tulis dalam Zabur setelah Al-Zikr (Taurat yang diberikan pada Musa); "Bumi" akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh!”
(QS. al-Anbiya: 105).
 
Akhirnya, Alquran menunjuk pada kejadian ketika Allah Yang Maha Tinggi akan mengangkat _Dabatul Ard_ (Binatang Buas dari "Bumi" atau "Tanah"):
 
"Dan ketika Janji telah dipenuhi terhadap mereka (Bani Israel), Kami akan memunculkan Binatang Buas dari "Tanah" untuk (menghadapi) mereka (Bani Israel). Dia akan berbicara kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia tidak meyakini dengan keyakinan yang pasti terhadap Tanda-tanda Kami.” (QS. an-Naml: 82).
 
"Binatang Buas dari Bumi" atau "Tanah" adalah, seperti Dajjal dan Ya'juj & Ma'juj, merupakan tanda-tanda besar Zaman Akhir. 
 
Jelas bahwa kata "Tanah" atau "Bumi" dengan menunjuk Binatang Buas tidak lain adalah "Tanah Suci". Dengan begitu, ketika Allah Maha Tinggi siap memulai hukuman-Nya kepada umat Yahudi, Allah Maha Tinggi akan mengangkat seekor "Binatang Buas" di "Tanah Suci". Menurut penulis buku ini, "Binatang Buas" ini tidak lain adalah Negara Yahudi Israel.
 
("Yerusalem dalam Al-Qur'an", Bagian Satu Bab 2. Edisi Internet, yaitu versi yang dipadatkan dari buku aslinya _Jerusalem in The Qur'an_. Buku asli _Jerusalem in The Qur'an_ dapat dipesan ke _Islamic Book Trust_ di: ibtkl@pd.jaring.my).

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masuk Islam Karena Jasad Fir'aun, Kisah Inspiratif

Minggu, 27 November 2022 | 05:00 WIB

Inilah Tata Cara Melakukan Salat Gaib

Sabtu, 26 November 2022 | 14:26 WIB
X