• Jumat, 12 Agustus 2022

Dibukanya Tol Cisumdawu Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan, Anak SD saja Bahagia dan Senang

- Kamis, 27 Januari 2022 | 08:11 WIB
Kini Gerbang Tol Rancakalong sudah berubah menjadi Gerbang Tol Pamulihan, sebagaimana permintaan Bupati Sumedang sejak Oktober 2020 (TiNewss/Rauf)
Kini Gerbang Tol Rancakalong sudah berubah menjadi Gerbang Tol Pamulihan, sebagaimana permintaan Bupati Sumedang sejak Oktober 2020 (TiNewss/Rauf)

Dengan beroperasinya jalan tol, satu sisi ada yang bahagia karena akses transportasi lebih cepat, tetapi ada yang mulai khawatir dengan dibukanya tol akan membuat jalur Jatinangor Tanjungsari akan sepi. Kalau sepi otomatis akan membuat pundi-pundi ekonomi di simpul-simpul ekonomi Tanjungsari Jatinangor akan terganggu. Kalau terganggu dan pembeli berkurang maka efek domionya akan meluas.

Ini yang harus menjadi bahan pemikiran. Dan seperti pernah diberitakan TiNewss.com, anggota DPRD dari Fraksi PKB Herman Habibullah juga berharap  ada geliat ekonomi dengan beroperasinya jalan tol, bukan malah mematikan.

Baca Juga: Mewakili 'Kuntilanak' TikTokers Kak Onyot Jadi FYP, Ini Pernyataan Pedas Untuk Edt Mulyadi

Intinya, harus ada pemikiran baru menghidupkan jalur jalan Tanjungsari Jatinangor agar tetap hidup sehingga pusat-pusat ekonomi seperti rumah makan tetap hidup. Dan adanya tambahan geiat ekonomi baru dengan akses perhubungan yang lebih mudah dan cepat.

Tentu itu harus menjadi bahan pemikiran semua stakholder yang ada, termasuk kita, masyarakat Tanjungsari dan Jatinangor.

Di sisi yang lain, informasi yang beredar, tarif tol Cileunyi-Pamulihan dibandrol sekitar Rp1000,-. Ini dirasa sangat mahal bagi para pengguna tol. Perhitungan ini tentu sudah melalui kajian perhitungan pihak pengelola yaitu CKJT.

Tetapui tidak menutup kemungkinan perlu dikaji ulang, jangan sampai ketika dioperasikan, malah tidak ada yang lewat. Prinsipnya lebih baik untung tipis dengan banyak pengguna, dibanding untung besar tetapi sepi pengguna. Walau sebetulnya, jangankan untung, karena tol ini baru saja beroperasi.

Baca Juga: Inilah Postingan Terbaru Manajemen Double O Soal Insiden Sorong yang Menewaskan Beberapa Orang

Satu hal lagi, rambu-rambu yang masih minim, memerlukan penambahan. Karena rambu akan memudahkan pengguna jalan melalui atau mengetahui jalan yang akan dilewati.

Tidak kalah pentingnya pihak satker dan pihak pengelola tol untuk memikirkan pintu masuk dari Jatinangor. Jatinangor merupakan kawasan pendidikan yang setiap harinya dipadati mahasiswa dan dosen yang hilir mudik. Kini jalan masuk hanya melalui pintu tol Cileunyi dan rawan menimbulkan kemacetan. Oleh karenanya, dibukanya pintu masuk dari Jatinangor akan menguntungkan pihak tol dan tidak merugikan pihak pengguna. Semoga!***

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Pasar Dgital, UMKM dan Kampung

Kamis, 3 Maret 2022 | 14:35 WIB

Belajar dari Perang Ukraina, Alutsista itu Penting

Minggu, 27 Februari 2022 | 05:45 WIB

Antara Petani, Padi dan Minyak Goreng

Sabtu, 5 Februari 2022 | 20:42 WIB

Halu dan Tikukur

Rabu, 1 Desember 2021 | 07:27 WIB

Pariwisata dan Parkir

Minggu, 21 November 2021 | 08:14 WIB

Nge-Branding itu Tidak Mudah, Kawan!

Sabtu, 6 November 2021 | 19:52 WIB

Normal atau Serasa Normal

Minggu, 3 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Perubahan Warisan Budaya Jatigede

Sabtu, 25 September 2021 | 15:54 WIB

Kekuatan Imajinasi

Selasa, 21 September 2021 | 07:26 WIB

Tol teh Ibarat Telepon, Panyambung jeung Pamisah

Senin, 20 September 2021 | 07:35 WIB

Imajinasi, Pengetahuan dan Pencapaian

Minggu, 19 September 2021 | 09:08 WIB
X