• Sabtu, 2 Juli 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-17)

- Senin, 24 Januari 2022 | 06:44 WIB
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd:  Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-17) (TiNewss/Rauf)
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd: Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-17) (TiNewss/Rauf)

 

“Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; barang siapa yang dapat melihat (dan mengenali Kebenaran itu), maka (manfaatnya) untuk jiwanya sendiri, dan barang siapa yang buta (tidak melihat Kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).” (QS. al-An'am: 104).

Perang Salib dan Terbentuknya Peradaban Barat Sekuler

Saat Nabi brahim AS berhijrah ke Tanah Suci, Bangsa Babilonia, Persia, Mesir, dan Cina adalah bangsa dengan peradaban yang besar, sedangkan kekaisaran Yunani dan Romawi masih belum muncul. Bangsa Eropa masih merupakan "suku yang liar". 

Saat itu hanya sedikit atau bahkan tidak ada kegiatan perdagangan dengan peradaban bangsa lain. Sebagai akibat dari isolasi yang aneh ini, bagian dunia lain tidak mengerti bahasa Bangsa Eropa, dan Bangsa Eropa pun belum mampu memainkan peran apa-apa di panggung dunia. 

Baca Juga: Sandiaga Reuni dengan Anies di acara Rhoma Irama, Ada Apa?

Alquran menunjuk hal ini dalam Surat al-Kahfi yang menyebutkan ciri unik Bangsa Eropa:

"Mereka berkata: Wahai Dzulqarnain! Sungguh, Ya'juj (Gog) dan Ma'juj (Magog) melakukan perbuatan _Fasad_ (kerusakan dan kejahatan) di Tanah (kami), maka bolehkah kami memberikan upeti kepadamu agar engkau dapat membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka (sehingga kami terlindung dari mereka dan kejahatan mereka)?” (QS. al-Kahfi: 94).

Maulana Dr. Muhammad Fazlur Rahman Ansari, guru yang memiliki ingatan yang diberkati, mengajarkan sesuatu yang sangat penting berkaitan dengan pencarian ilmu pengetahuan, khususnya saat berkaitan dengan Kebenaran. 

Dia mengajarkan bahwa "bagian" (dari ilmu pengetahuan) seharusnya tidak dipelajari secara terpisah dari, atau terisolasi dari "keseluruhan" yang semestinya. Beliau mengajarkan bahwa pengumpulan ilmu pengetahuan yang tepat terkait materi pelajaran juga perlu diatur sebagai suatu keseluruhan.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X