• Rabu, 29 Juni 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13)

- Senin, 17 Januari 2022 | 06:17 WIB
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd:  Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13) (TiNewss/Rauf)
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd: Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13) (TiNewss/Rauf)

"Kenyataan" dari semua ini, dipandang menurut Islam, adalah bahwa Dajjal, Al-Masih Palsu, telah menipu umat Yahudi untuk meyakini bahwa kebaikan Tuhan telah membawa mereka dekat dengan perwujudan lengkap impian terbesarnya. 

"Kenyataannya" adalah, kebutaan spiritual mereka memimpin mereka kepada suatu jebakan Tuhan yang sekarang sudah tidak ada lagi jalan untuk melarikan diri. Mereka mencela penindasan dan ketidakadilan di dunia, tetapi membenarkan penindasan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh diri mereka sendiri terhadap umat lain.

Mereka melakukannya atas dasar kepercayaan bahwa mereka memiliki status spesial dari Tuhan yang tidak dimiliki umat lain. 

Karena mereka percaya bahwa Tanah Suci milik mereka, mereka juga percaya bahwa mereka memiliki hak untuk merebutnya dari penduduk yang tinggal di sana selama ratusan tahun. 

"Tujuan akhir yang dipercaya baik‟ membenarkan segala "cara yang buruk". 

Dajjal, al-Masih Palsu, adalah makhluk nyata yang diciptakan Allah Maha Tinggi, yang akan menyamar sebagai al-Masih dan menipu umat Yahudi untuk meyakini bahwa dia adalah al-Masih Asli. 

Dajjal diberkahi oleh Allah Maha Bijaksana dengan kekuatan yang menakjubkan, kepandaian dalam banyak hal, dan dengan kemampuan yang besar dalam kelicikan dan tipu muslihat. Umat Kristen mengenalnya sebagai Anti-Kristus.

Dajjal, makhluk jahat yang diciptakan Allah Maha Tinggi, suatu hari akan muncul ke dunia sebagai manusia. Saat dia melakukannya, dia akan menjadi seorang Yahudi, dan akan menjadi seorang lelaki muda yang berbadan kuat dengan rambut keriting. 

Nabi Muhammad SAW menyangka seorang pemuda Yahudi, Ibnu Sayyad, yang tinggal di Madinah adalah Dajjal. Dengan hal itu, Nabi SAW mengkonfirmasi bahwa Dajjal telah dilepas ke dunia, dan suatu saat akan muncul sebagai seorang manusia, seorang Yahudi, dan seorang lelaki muda.

Al-Masih Asli, seperti Nabi Sulaiman AS, akan memimpin dunia dari Tahta Nabi Daud AS, dari Jerusalem. Untuk melakukannya, terlebih dahulu penting baginya mencapai hal-hal berikut:

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X