• Rabu, 29 Juni 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13)

- Senin, 17 Januari 2022 | 06:17 WIB
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd:  Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13) (TiNewss/Rauf)
Kosmologi Islam oleh Drs. H. Maman Supriatman, M.Pd: Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-13) (TiNewss/Rauf)

“Dan amal perbuatan orang-orang yang tidak beriman (di antaranya kepada Alquran dan Nabi Terakhir ini) adalah seperti sebuah fatamorgana di padang pasir saat manusia kepanasan dan kehausan salah mengira adanya air hingga saat dia mendatanginya, dia tidak menemukan apa-apa; tetapi dia menemukan Allah (hadir di sana) dengannya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah amat cepat perhitungannya.” (QS. an-Nur: 39).

Israel sekarang tepat seperti situasi manusia yang kepanasan, kehausan, dan salah mengira fatamorgana:

"Sesungguhnya Alquran ini menjelaskan kepada Bani Israel sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan. Dan sungguh, (Alquran) itu benar-benar menjadi Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. an-Naml: 76-77).

Baca Juga: Ibu Kota Nusantara jeung Pemulihan Ekonomi Nasional

Umat Yahudi Bani Israel telah kembali ke Tanah Suci, atau bebas untuk melakukan demikian, dari bagian dunia mana pun mereka berasal. Negara Israel telah dibentuk pada tahun 1948 dan sekarang menjadi kenyataan.

Impian yang belum terwujud adalah penunjukkan seorang raja dan penghancuran Masjid al-Aqsa, sehingga mereka dapat merekonstruksi Tempat Ibadah Suci:

“Apabila engkau telah masuk ke tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah memilikinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku, maka hanyalah raja yang dipilih TUHAN, Allahmu, yang harus kau angkat atasmu. Dari tengah-tengah saudara-saudaramu haruslah engkau mengangkat seorang raja atasmu; seorang asing yang bukan saudaramu tidaklah boleh kauangkat atasmu (keyakinan bahwa dia akan berasal dari Keluarga Daud).” (Ulangan [Deuteronomy], 17: 14-15).

Sebagai tambahan, Israel harus menjadi Negara Penguasa di dunia dan Raja Israel harus memimpin dunia dari Jerusalem.

Implikasinya adalah, semua hal ini tidak dapat dicapai tanpa al-Masih. 

Inilah "penampilan yang tampak". Lalu apa "kenyataan yang sebenarnya‟?

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X