• Minggu, 14 Agustus 2022

Efektivitas OPOP Bagi Pesantren

- Jumat, 12 November 2021 | 17:52 WIB
Efektivitas OPOP Bagi Pesantren (TiNewss.com)
Efektivitas OPOP Bagi Pesantren (TiNewss.com)

Mungkin yang kita ketahui ketika mendengar kata pesantren adalah tempat menuntut ilmu lebih khususnya ilmu agama. Tempat menggodog para santri dengan ketakwaan kepadaNya, mencetak bibit-bibit ulama yang bisa menjadi panutan menuju takwa, cahaya dari kegelapan dunia dan orang yang terdepan mencegah kemungkaran di tengah masyarakat.

Namun, kini peran strategisnya mulai terkikis secara pelan-pelan tergerus oleh sistem kapitalisme. Ya. Sebuah sistem yang standar perbuatannya selalu berlandaskan materi, kini pesantren pun dituntut ikut andil dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Berbagai macam program pun diluncurkan demi melibatkan pesantren dalam perbaikan ekonomi tersebut.

Adapun program tersebut diantaranya Opop (One Pesantren One Product) yang menjadi salah satu program Pemprov Jabar yang dikhususkan untuk pesantren-pesantren. Hal serupa pun disampaikan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan pesantren di Jawa barat salah satunya dengan OPOP.

Baca Juga: Ridwan Kamil Open Recruitmen OPOP

Sebanyak enam pesantren yang tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPOP) yang akan memamerkan produk unggulannya di World Expo Dubai. Adapun nama keenam pesantren tersebut yakni pesantren Darut Tauhid Bandung, Al Idrisiyyah Tasikmalaya, Al Ittifaq Bandung, Nurul Iman Bogor, Pagelaran 3 Subang, dan pesantren KH. Mukhlas Putri Cirebon. (Pikiranrakyat.com 27/10/21)

Berharap dengan adanya program tersebut pesantren-pesantren di Jawa Barat yang keanggotaannya sudah mencapai 2500 pesantren mampu bahkan sudah ada yang bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pesantren. Sekilas tidak ada yang keliru pesantren tersebut menghasilkan produk bahkan bisa memperdayakan ekonomi rakyat sekitarnya.

Para santri pun dibekali dengan skill atau entrepreneur, jika para santri tersebut lulus bisa mandiri secara ekonomi dengan demikian angka pengangguran pun bisa ditekan. Pemberikan skill atau menumbuhkan jiwa entreprenernya memang diperlukan karena tak dipungkiri dengan bekal skill para lulusannya bisa menyambung hidup selain bekal agama yang jadi prioritas segalanya.

Baca Juga: Relawan Sumedang Pasti Bisa, Raih Penghargaan Bupati Sumedang Pada HKN Ke-57

Namun, jangan sampai kebijakan tersebut justru membuat pesantren dikondisikan hanya fokus kepada perbaikan ekonomi rakyat dengan menciptakan lapangan kerja dan membuat produk-produk yang sesuai dengan minat pasar. Seharusnya masalah ekonomi seperti membuka lapangan kerja dan memperbaiki ekonomi menjadi tugas utama pemerintah karena pemerintah adalah penguasa yang bertanggungjawab penuh untuk mengsejahterakan rakyatnya.

"Pemimpim adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Menjadi Guru Pelopor Literasi

Senin, 25 Juli 2022 | 18:25 WIB

Bahaya Pergaulan Bebas dan Solusinya

Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:44 WIB

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Harga Minyak Goreng Memanas, Ini Solusinya

Kamis, 9 Juni 2022 | 18:54 WIB

Zakat dan Problem Kemiskinan

Selasa, 26 April 2022 | 21:02 WIB

Solusi Mengatasi Kenaikan Harga-harga

Selasa, 19 April 2022 | 16:38 WIB

Berbagai Isu Sosial dan Penyebab Utamanya

Selasa, 5 April 2022 | 05:34 WIB
X