• Rabu, 26 Januari 2022

Sekilas Gamelan Parakansalak

- Selasa, 9 November 2021 | 14:31 WIB
Gamelan Sari Oneng Parakan Salak pada pergelaran Impressions Universelles to celeberate the 130th anniversary of the Eiffel tower, the 1889 Paris World Fair and the 'Kampoeng Javanais' pada tahun 2019  di Jakarta. (Doc/Penulis)
Gamelan Sari Oneng Parakan Salak pada pergelaran Impressions Universelles to celeberate the 130th anniversary of the Eiffel tower, the 1889 Paris World Fair and the 'Kampoeng Javanais' pada tahun 2019 di Jakarta. (Doc/Penulis)

 

Tidak banyak diketahui, sejak kapan gamelan Parakansalak ini berganti nama menjadi Gamelan Sari Oneng, Parakansalak. Sebab pada arsip terakhir, yaitu surat dari Administratur Parakansalak, MOA Huguenin, tertanggal 20 April 1957, gamelan ini hanya disebut sebagai Gamelan Parakansalak. Cukup simpel, identitas ini hanya menunjuk pada satu jenis ansambel gamelan yang berada di perkebunan teh Parakansalak, Sukabumi. Pemilik dan pemrakarsa pembuatan gamelan ini adalah keluarga Holle yang juga merupakan pemilik perkebunan tersebut. Pada tahun 1825, gamelan Parakansalak dibuat di Sumedang dan rancaknya, sesuai dengan lambang-lambang yang ada, menurut cerita dibuat dari kayu besi di Muangthai (Cina).

Tercatat dalam sejarah, keluarga Holle merupakan kebangsaan Belanda yang sangat mencintai musik gamelan dan bahkan piawai memainkan alat musik gamelan. Melalui pemikirannya juga, di akhir pekan dibuatlah program tur perkebunan Parakansalak, dimana, saat rehat dari kegiatan touring ini, gamelan Parakansalak ditabuh sebagai hiburan bagi para pengunjungnya, yang sebagian besar adalah tuan dan noni Belanda.

Bahwa sudah banyak diulas tentang kiprah gamelan ini di dunia Internasional, yaitu: 1883 ikut Pameran Internasional di Amsterdam dalam rangka Pameran Teh sedunia; lalu, 1889 ikut promosi teh di Paris yaitu Exposition Universelle; 1893 ikut pameran teh di Chicago, Amerika. Namun yang dipenting dipahami adalah: tujuan awal pameran ini adalah perdagangan teh di dunia Internasional. Adapun gamelan dan perkampungan Sunda-Jawa dibawa serta ke pameran tersebut sebagai latar budaya keberadaan perkebunan teh tersebut. Ketiga pameran tersebut adalah pameran terbesar sepanjang sejarah asia-erofa pada waktu itu dan sangat fenomenal.

 

Baca Juga: Pahlawan Nasional Cut Nyak Din Dalam Pengasingan

 

Namun demikian sejarah berkata lain. Pada tahun 1942, pemerintahan beralih dari Hindia Belanda ke Jepang, yang mulai menjajah Indonesia. Bersamaan dengan itu pula, kejayaan konglomerat Belanda di Indonesia melemah bahkan hilang sama sekali. Tak terkecuali perkebunan teh Parakansalak, termasuk juga peran gamelan Parakansalak sebagai aset perkebunan.

Pada masa pendudukan Jepang ini, pembuatan senjata sangat diutamakan. Bahan logam banyak dicari untuk pembuatan senjata. Melihat kejadian seperti ini, Bupati Sukabumi, R. A. A Soeriadanoeningrat saat itu dengan sigap menyelamatkan gamelan Parakansalak agar tidak dilebur menjadi senjata. Sungguh peran yang luar biasa, yang andai tidak dilakukan, gamelan Parakansalak tak akan lagi ditemukan oleh generasi hari ini. Dan pada akhirnya, gamelan ini diserahkan dari administratur perkebunan teh Parakansalak kepada R.A.A Soeriadanoeningrat sebagai penghormatan atas jasa besar yang telah dilakukan.

  1. Setelah R.A.A Soeriadanoeningrat meninggal dunia pada tahun 1975, para ahli waris menitipkan gamelan Parakansalak di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Menurut hemat penulis, terdapat tiga alasan mengapa gamelan ini dititipkan di Sumedang:
    gamelan Parakansalak dibuat di Sumedang; 
  2. R.A.A Danoeningrat lahir di Tomo, Sumedang, dan mempunyai trah yang kuat dari menak dan raja Sumedang, bahkan dimakamkan di Sumedang; 
  3. Sumedang mempunyai tradisi gamelan keraton yang terpelihara sampai hari ini.

 

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ibu Kota Nusantara jeung Pemulihan Ekonomi Nasional

Minggu, 23 Januari 2022 | 20:06 WIB

Peran E-WOM Dalam Menumbuhkan Minat Berwisata

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:37 WIB

Pernikahan Anak Dalam Perspektif Islam

Kamis, 30 Desember 2021 | 13:39 WIB
X