TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Menuju Sumedang Kota Buludru, DLHK Gelar Pelatihan Budidaya Maggot

TiNewss.com – Mewujudkan Sumedang menjadi kota buludru Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumedang gelar kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik dengan model biokonversi BSF (Black Soldier Fly) atau biasa dikenal dengan budidaya maggot.

Maggot sendiri merupakan merupakan larva dari lalat hitam yang mirip dengan tawon yang bisa membantu mengurangi sampah organik dan maggot juga bisa dijadikan pakan ikan ataupun unggas.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Ciburial Desa Licin Kabupaten Sumedang, Sabtu (21/11/2020) dan dibuka oleh Bupati Sumedang Dr.H.Dony Ahmad Munir. Bupati memberikan apresiasi atas kegiatan.

“Untuk mewujudkan Sumedang kota buludru kegiatan pelatihan inilah salah satu untuk mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kebersihan agar tidak menumpuk sampah di Kabupaten Sumedang,” kata Bupati

Selain dari itu hadir, Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan menyambut baik adanya pelatihan Biokonvesri BSF yang dilaksanakan oleh DLHK di Masa Pandemi.

“Ditengah pandemi COVID-19 ini di tengah lesu nya ekonomi ada solusi kepada masyarakat selain mengurangi persampah yang ada di Kabupaten Sumedang juga bisa memanfaat dari sampah tersebut menjadi Peternakan maggot,”ucap Erwan.

Karena nilai ekonomi dari maggot ini sangat menjanjikan karena melihat pakan untuk peternakan dan perikanan sangat tinggi kabupaten Sumedang.

“Jadi pelatihan ini bisa three in one satu pemanfaatan sampah, kedua bisa menghasilkan ekonomi masyarakat tersendiri dan bisa memenuhi kebutuhan pakan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sumedang,” tutur Erwan

Sementara itu, dilokasi yang sama, Tatang muchidin selaku ketua pelaksana kegiatan pelatihan pengelolaan sampah organik ini menyebutkan pelatihan akan dilaksanakan selama dua hari dan pesertanya sebanyak 70 orang terdiri dari penggiat pengelola sampah.

“Penggiat pengelolaan sampahnya terdiri dari pengurus-pengurus TPS 3R, Bumdes yang pengolaan sampah yang sudah berjalan, Karang Taruna, pengamat lingkungan bahkan ada dari Perguruan Tinggi Praktisi Pengajar melalui pengelolaan Sampah,” ucap Tatang.

Narasumbernya yang hadir seorang pakar biokonversi BSF, Prof.Dr.Insinyur Agus Pahpahan,M.S. (Adhi SH)**

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •