TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Menteri PUPR Target Tol Cisumdawu Tuntas Tahun Ini

TiNewss.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan proyek Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) tuntas seluruhnya pada akhir tahun 2021.

Menteri Basuki meminta seluruh pihak terus berupaya dan selalu berkoordinasi untuk mempercepat pembebasan lahan, sehingga penyelesaian Tol Cisumdawu bisa sesuai target akhir 2021.

“Masalah pembebasan lahan ini saya minta dikeroyok agar konstruksinya bisa cepat bergerak, karena konstruksi hanya dapat berjalan cepat jika lahan sudah tersedia,” kata Menteri PUPR dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/4/2021).

Tol Cisumdawu dengan panjang 60,10 km ini akan terhubung dengan Jalan Tol Akses Bandara Kertajati dan diharapkan tuntas seluruhnya di akhir tahun 2021 untuk mendukung fungsi Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

Untuk mempercepat pengadaan lahan, Kementerian PUPR melalui Satker Pembangunan Tol Cisumdawu Ditjen Bina Marga terus meningkatkan koordinasi dengan instansi lain yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan instansi terkait.

Menurutnya mekanisme pembebasan lahan sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan bilamana tidak terjadi kesepakatan harga lahan yang telah ditetapkan oleh penilai independen dilakukan konsinyasi atau titip uang ganti rugi di pengadilan.

Berdasarkan data Seksi I Cileunyi – Rancakalong dengan sepanjang 11,45 km konstruksinya mencapai 71,59 persen dengan progres lahan 97,74 persen. Selanjutnya Seksi II Rancakalong – Sumedang dengan sepanjang 17,35 km progres konstruksinya 91,13 persen dengan capaian lahan 95,93 persen.

Sedangkan untuk Seksi III dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km konstruksinya telah rampung 100 persen. Kemudian pembangunan Seksi IV Cimalaka – Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi V Legok – Ujungjaya sepanjang 14,9 km saat ini telah dimulai pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing-masing masih 39,71 persen dan 38,00 persen.

“Berdasarkan laporan, pada April, lahan sudah bisa 70% untuk Seksi IV, sehingga konstruksi kita minta Mei sudah bisa bergerak,” sambung Menteri Basuki.

Selanjutnya pada Seksi VI Ujungjaya – Dawuan sepanjang 6,06 km telah dimulai konstruksi pada Seksi VI A dengan progres 25,20 persen dan Seksi VI B sebesar 2,30 persen. Sedangkan untuk pembebasan lahan sudah mencapai 87,53 persen.

Proyek Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dari enam seksi tersebut, Seksi I dan II dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi Tol Cisumdawu

Sedangkan di Seksi III-VI dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu dan nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam.

Sehingga konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga Bandara Kertajati juga diharapkan menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Dalam Kehadiran Tol Cisumdawu juga sekaligus mendukung pengembangan kawasan “segitiga emas” yaitu Cirebon-Subang-Majalengka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan baru, serta menjadi salah satu tol dengan pemandangan yang indah seperti Tol Bawen-Salatiga karena menyuguhkan panorama pegunungan di Bumi Priangan. (Adhi SH) ***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •