TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Menteri PPPA Memonitor Keamanan Perempuan Dan Anak Di Cimanggung

TiNewss.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga kunjungi posko pengungsi terdampak bencana tanah longsor Cimanggung, Jumat (22/1/2021).

Bintang Puspayoga mengunjungi posko bencana tanah longsor untuk memastikan kondisi keamanan perempuan dan anak dengan membangun Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Pos pengungsian Taman Burung SBG.

“Kami dari kementerian di titik pengusian kita sudah mengupayakan dengan pemerintah daerah untuk membangun yang namanya pos ramah perempuan dan anak. Artinya di dalam pos ini bagaimana memberikan pelayanan yang aman dan nyaman ditempat pengungsian,” katanya.

Bintang Puspayoga juga merakyat di tempat pengungsian ini terdapat 24 perempuan kepala keluarga yang telah ditinggalkan oleh suaminya (korban longsor) harus diperhatikan oleh pemerintah.

Lihat di https://youtu.be/s45-NU8W7VA

“Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi kita semua bagaimana dari kepala keluarga perempuan yang baru ditinggalkan oleh suaminya mendapatkan pendampingan dari kita untuk meneruskan sekolah anak-anaknya,” sambungnya.

Maka pemerintah harus lebih intens mengkomunikasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pendampingan perempuan kepala keluarga di tempat pengungsian.

Sementara Istri Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya yang mendampingi Menteri PPPA mengatakan beliau datang ke posko pengungsian bukan hanya memberi semangat namun juga memantau terkait dengan keamanan perempuan dan anak yang harus diprioritaskan.

“Bagaimana spesifik perempuan dan anak harus diperhatikan lebih dalam lagi. Selama ini kita selalu menganggap mau laki-laki mau perempuan namun tentu saja berbeda,” ucap Atalia .

Ia juga menilai tindakan Menteri PPPA melakukan pendekatan kepada forum anak Kabupaten Sumedang untuk melakukan trauma healing kepada anak adalah hal terbaik untuk suasana saat ini.

Lihat di https://youtu.be/s45-NU8W7VA

“Dengan adanya forum anak diharapkan bisa melakukan pendekatan bisa bermain, bisa curhat sehingga bisa melakukan kegiatan lainnya bersama anak-anak,” tutur Atalia.

Beliau juga berpesan agar memisahkan toilet pria dan perempuan menghindari adanya sexual harassment (pelecehan seksual) di pengungsian.

“Kami tidak ingin kejadian bencana ini ada hal-hal yang pernah terjadi mungkin dibeberapa tempat lain terkait sexual harassment sehingga khusus toilet harus dipisahkan demi keamanan dan kenyamanan pengungsi,” pungkas Atalia.

Atalia juga berharap kepada semua korban dan pengungsi korban bencana longsor bisa kembali hidup normal lagi seperti biasanya.(Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •