TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Mengenang 24 November, Belajar dari Teori Evolusi Charles Darwin

Hari ini 161 tahun yang lalu atau tepatnya 24 November 1859, Seorang ahli naturalis dan ahli geology Inggris, Charles Robert Darwin menerbitkan buku “Origin of Species by Means of Natural Selection, or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life”. Sebuah teori yang mempelajari atau menyampaikan Asal Usul Spesies dengan Cara Seleksi Alam, atau Pelestarian Ras Favorit dalam Perjuangan untuk Kehidupan.

Darwin mengajarkan bahwa semua species dari kehidupan telah diturunkan dari waktu ke waktu dari Nenek moyang bersama. Bersama Alfred Russel Wallace, Darwin memperkenalkan teori ilmiah bahwa pola percabangan evolusi dihasilkan dari sebuah proses yang disebut Seleksi Alam.

Dalam perjuangan, menurut Darwin, untuk eksistensi memiliki efek yang sama dengan seleksi buatan yang terlibat dalam permuliaan selektif.

Buku Darwin, sejak dikemukakan hingga hari ini menuai kontroversi dan perdebatan. Perdebatan baik dari sisi sains, filsafat maupun agama. Namun demikian, buku tesebut ternyata sangat laris. Bahkan, hingga 1872 sudah terbit edisi ke-enam dan menjadi buku paling berpengaruh di zaman modern.

Buku, ini ternyata menjad salah satu buku yang mendasari perkembangan botani modern, biologi seluler dan genetika.

Jika Darwin, memperkenalkan teori evolusi. Kini di Indonesia sedang ramai hal yang hampir mirip. Revolusi Akhlak dan revolusi mental. Evolusi dan Revolusi, berbicara tentang perubahan. Hanya dari sisi waktu saja yang membedakannya. Kita juga sedang mengalami perubahan baik dari sisi teknologi, maupun ekonomi. Perubahan seperti ini disebut Disrupsi.

Setiap perubahan, akan memberikan efek tidak enak kepada mereka yang berada dalam posisi nyaman. Perubahan akan tetap terjadi, baik secara alami maupun buatan. Berubah, tidaklah mudah. Tapi Bukan berarti Tidak Bisa.

Dinosaurus itu, badannya Besar. Ditakuti sama lawan pada masanya. Namun, karena tidak mau berubah, Dinosaurus akhirnya Punah. Bukan hanya ukuran badan, kekuasaan pun demikian. Kekuasaan akhirnya akan punah. Bisa dengan karena memang habis masa jabatan, atau berakhir di tengah jalan, karena tidak mengusung perubahan.

Mari berubah. Supaya kita bisa melanjutkan kehidupan. Tidak Punah. Jika bukan untuk Anda dan Kami, Perubahan itu untuk generasi kita selanjutnya.

Yaa… termasuk perubahan budaya kita. Dalam menghadapi Pandemi. Kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Jangan lupa ya, Menjaga Hati dan Dompet. Tanpa itu, seleksi alam akan lebih cepat memusnahkan kita. Hmmm (Red)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 26
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    26
    Shares