TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Masyarakat Sumedang Dukung Pembangunan Menara Kujang Sapasang

TiNewss.com – Rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang di destinasi wisata Panenjoan, Kecamatam Jatigede, Sumedang mendapatkan dukungan dari Masyarakat Sumedang. Namun demikian, yang kontra terhadap pembangunan ini juga ada.

Beberapa anggota DPRD Jawa Barat mempertanyakan rencana pembangunan menara tersebut. Mereka mengaitkan dengan besarnya Biaya serta momen saat pandemik belum berakhir. Atas sikap dan pendapat dari Anggota DPRD, kemudian reaksi keras datang dari berbagai komponen masyarakat Sumedang yang sebaliknya sangat mendukung.

“Sumedang sudah memberikan persembahan terbaik bagi Jawa Barat. Manfaat Jatigede, baik penggunaan air baku maupun energi tenaga listrik, untuk warga Jawa Barat. Biarlah kami mendapatkan manfaat dari pariwisata melalui pembangunan Menara Kujang Sapasang. Jangan ganggu kami!,” tegas Tatang Sobana, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) di Sumedang, Minggu (30/5/2021).

Lebih jauh Tatang menyampaikan bahwa Kujang adalah simbol luhur budaya Sunda dan Sumedang adalah Puseur Budaya Sunda. Karenanya dia dan jajaran DKS sangat mendukung rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang.

Senada dengan Tatang, Anggota Dewan pakar DKS, Dr. Asep D. Darmawan juga melontarkan bahwa Pembangunan ini sangat positif dan monumental.

“Pembangunan Menara Kujang Sapasang dan Mesjid yang besar dan megah, akan menggairahkan pertumbuhan ekonomi di TOJJAWA (Tolengas, Jatigede, Jatinunggal, Wado), kata Asep (28/5/2021).

Sebelumnya Ketua KADIN Sumedang, H. Thomas Darmawan, memberikan tanggapan yang tajam terhadap kritik anggota DPRD Jawa Barat.

“Saya heran dengan anggota DPRD yang mempermasalahkan pembangunan ini. Padahal ini adalah program yang diajukan sejak tahun 2000 dan tentu sudah dibahas di Dewan. Kenapa baru dipermasalahkan sekarang ? Jangan cari panggung di Sumedang,” tegas Thomas yang juga merupakan ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Sumedang.

Dukungan pembangunan menara Kujang Sapasang juga mengalir dari berbagai tokoh masyarakat Jatigede dan Orang yang Terkena Dampak (OTD).

“Warga terdampak Jatigede sudah banyak berkorban untuk kepentingan Jawa Barat. Saatnya OTD diperhatikan. Salah satu sektor yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian OTD adalah pariwisata. Untuk itu kami warga OTD sangat mendukung rencana Pak Gubernur untuk membangun menara Kujang Sapasang,” kata Sridiyanto Wijaya, salah seorang OTD yang juga Ketua Forum Jatinunggal.

Dukungan lainnya datang dari Kepala Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Turyana. “Atas nama masyarakat Desa Jemah, saya sangat mendukung rencana Pak Bupati dan Pak Gubernur untuk membangun Menara Kujang Sapasang. Menara ini nantinya akan menjadi ikon daya tarik pariwisata,” ucapnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) DPC Sumedang, Iyan Sofyan Hady, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas prakarsa pembangunan lanmark unik wisata dimaksud. “Sumedang membutuhkan destinasi wisata yang berbeda. Menara Kujang Sapasang ini sangat unik dan menarik. Pengunjung datang untuk happy, selfie, kuliner, belanja dan bawa oleh-oleh,” tukas Iyan.

Sama halnya dengan ASITA, Ketua BPC PHRI Kabupaten Sumedang H. Nana Mulyana menyebut bahwa akibat pandemik, okupansi hotel dan restaurant di Sumedang sangat sedikit hingga dibawah 20%. Namun demikian menurut Nana, Pemerintah harus terus berupaya melakukan persiapan untuk menghadapi kehidupan normal baru termasuk ketika pandemik berakhir.

“Sehingga adanya proyek menara dan mesjid di Jatigede dan Menara Kujang Sapasang, tidak hanya menjadi icon Sumedang tetapi menjadi entry point bagi kebangkitan wisata di kabupaten Sumedang,” pungkas Nana. (Rauf Nuryama) ***