TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Majalengka Ditepkan Zona Merah Sepulau Jawa, Bupati Majalengka Terheran-heran

TiNewss.com – Kabar Kabupaten Majalengka ditetapkan zona rawan termasuk zona merah sepulau Jawa Bupati Majalengka H.Karna Sobahi merasa heran soal label zona merah yang menimpa Kabupaten Majalengka.

Pasalnya, pekan lalu kasus COVID-19 di Kabupaten Majalengka berdasarkan hasil kajian tidak menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Demikian rilis berita secara tertulis yang diterima dari Diskominfo Majalengka, Rabu (12/5/2021) di Pendopo Gedung Negara.

“Kalau lihat zona merah di Majalengka cuma 1, di Gandu aja. Yang lain itu orange dengan kuning,” jelas Bupati Majalengka dalam jumpa persnya

Berdasarkan hasil pelacakan kontak erat yang dilakukan oleh beberapa satgas di tingkat Kecamatan, dengan hasil laporan dan data pekan lalu ditemukan hanya Desa Gandu dan Desa Genteng yang kedapatan terjadinya penularan.

“Data yang ada di satgas COVID-19 kabupaten Majalengka cuma desa Genteng dan Gandu, yang beberapa Minggu lalu terjadi cluster disana dan mereka status nya OTG sudah pada sembuh, sudah 10 hari lebih,” jelasnya.

Menurutnya, dari data pikobar Kabupaten Majalengka masuk dalam zona orange dengan penilaian dan sebaran dalam peta potensi dan resiko penularan yang cukup stagnan.

“Kalau lihat ini (data vikobar), disini Majalengka orange zonanya, makanya saya juga aneh, tiba-tiba zona merah dengan nilai 1,79, kalau itung-itung kita 8,5 makanya kita uji data saja, kita bukan protes,” tuturnya.

Adapun, dari 15 unsur penilaian kriteria zona merah sendiri, Majalengka hanya masuk pada beberapa kriteria saja. Data Ya🙏yang meninggal pada periode seminggu terakhir ini, hanya 8 orang selama 10 hari. Yang positif COVID-19 baru di 330 desa, hanya 87 pasien. Sementara, ruang isolasi dari 77 yang dipakai hanya 15 dan sembuh mendekati 119 pasien.

Sebagai konsekuensi dari itu, Bupati Majalengka berencana akan mengirimkan surat disertai data kepada provinsi dan pusat.

“Kami akan konsultasikan ke sana dan kita akan kirim surat ke gubernur sekaligus juga dilampiran kajian dan data yang valid ,” jelas Bupati.

Bupati mengimbau semua jajaran pemerintahan dari tingkat satgas kabupaten hingga satgas di tingkat kecamatan dan desa untuk mengajak masyarakat secara persuasif kembali menerapkan protokol kesehatan.

Selain meminta peran serta seluruh lapisan pemerintah Bupati juga akan menerapkan beberapa langkah untuk membebaskan Majalengka dari zona merah dengan memperketat prokes secara terpadu serta meningkatkan posko tiap desa untuk memenuhi cakupan pelacakan kontak.

Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda seperti Sekda, Kapolres Majalengka, Dandim 0617 Majalengka, Kadinkes dan Kepala Pelaksana BPBD.(Adhi SH)***