• Rabu, 29 Juni 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-12)

- Kamis, 13 Januari 2022 | 07:01 WIB

Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; barang siapa yang dapat melihat (dan mengenali Kebenaran itu), maka (manfaatnya) untuk jiwanya sendiri, dan barang siapa yang buta (tidak melihat Kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).” (QS. al-An'am: 104).

Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih Palsu

Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) adalah seorang Muslim Punjabi yang hidup di Kota Qadian, India. 

Dia tidak sempat hidup untuk melihat kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci dan pembentukan Negara Israel pada tahun 1948. Dia juga tidak sempat melihat perpindahan kekuatan dari Amerika Serikat ke Negara Penguasa lain, yaitu Negara Yahudi Israel. 

Mirza mengejutkan dunia saat dia membuat sejumlah klaim berkaitan dengan Nubuat kembalinya al-Masih. 

Dia mendirikan Gerakan Ahmadiyah di India. Ajaran Gerakan ini berkaitan dengan topik kembalinya al-Masih. Oleh karenanya, buku ini menyediakan satu bab khusus untuk menanggapi klaim Mirza ini. 

Bagi orang-orang yang mengetahui berbagai peristiwa penting yang terjadi pada tahap akhir sejarah ini, seharusnya menjadi semakin jelas bahwa klaim-klaim Mirza Ghulam Ahmad berikut ini adalah salah:

  1. Dia adalah Imam al-Mahdi yang akan menjadi pemimpin Muslim saat al-Masih kembali;
  2. Nubuat berkaitan dengan kembalinya al-Masih terwujud olehnya; dan
  3. Dia adalah Nabi yang diutus Tuhan.

Dengan penjelasan ini penulis berharap penganut Ahmadiyah menanggapi ajakan untuk menggunakan Alquran dan Hadits dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah kematian Mirza, khususnya peristiwa kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci dan pendirian Negara Israel. 

Jika mereka melakukan hal tersebut, mereka akan menemukan pemahaman baru tentang Dajjal al-Masih Palsu, Ya'juj (Gog) dan Ma'juj (Magog), Imam al-Mahdi, dan kembalinya al-Masih. Pemahaman yang sangat berbeda dengan yang mereka terima dari Mirza Ghulam Ahmad.

Buku ini ditulis untuk membantu penganut Ahmadiyah yang mencari penjelasan Qur'ani dari peristiwa teraneh yang terjadi dalam sejarah religius manusia, yaitu kembalinya umat Yahudi ke Tanah Suci. 

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X