• Rabu, 29 Juni 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-10)

- Selasa, 11 Januari 2022 | 06:39 WIB

Jawabannya dapat ditemukan pada dua pernyataan berikutnya dari Alquran.

Keempat, Alquran menyatakan bahwa Allah Maha Kuasa membuatnya "tampak" bahwa Isa AS dibunuh. Kemudian orang-orang yang mengamati peristiwa itu diyakinkan bahwa Isa AS benar-benar mati (Maut):

“…tetapi begitulah dibuat tampak bagi mereka…” (QS. an-Nisa: 157).

Sekarang mungkin bagi kita untuk menjawab pertanyaan: Kalau begitu, apa yang Allah Maha Tinggi lakukan terhadap jiwa itu setelah Dia mengambilnya?

Salah satu jawaban yang mungkin adalah: 1) Allah Maha Tinggi mengambil jiwa Isa AS saat dia masih di tiang salib; atau 2) Allah Maha Tinggi kemudian meyakinkan orang-orang yang mengamati peristiwa itu bahwa Isa AS telah mati; atau 3) Allah Maha Tinggi kemudian mengembalikan jiwa Isa AS setelah dia diturunkan dari tiang salib, dan saat tidak ada orang di sekitar yang dapat mengamatinya, kemudian dia diangkat ke langit di mana dia akan turun suatu hari.

Perbedaan dari yang diterima oleh keyakinan umat Kristen dengan penafsiran Alquran di atas, adalah rentang waktu yang berlalu antara peristiwa di tiang salib dengan kenaikan Isa adalah, umat Kristen mengenalinya sebagai orang yang sudah mati. Sedangkan dalam penafsiran Alquran di atas, dia tidak dikenali sebagai orang yang sudah mati karena jiwanya telah dikembalikan ke tubuhnya.

Orang-orang yang menolak kemungkinan penjelasan Alquran di atas berargumen bahwa Isa AS tidak pernah ditempatkan di tiang salib.

Mereka menafsirkan pernyataan Alquran "mereka tidak menyalibnya", bermakna dia tidak pernah ditempatkan di tiang salib. 

Mereka sampai pada kesimpulan ini berdasarkan pandangan mereka bahwa penyaliban (istilah yang digunakan Alquran) bermakna secara sederhana ditempatkan di tiang salib dan tidak memerlukan syarat orang tersebut harus mati di tiang salib.

Ahli tafsir Alquran Ibnu Katsir ketika menafsirkan surat al-Maidah Ayat 36, memegang pendapat bahwa hukuman penyaliban berarti mati di tiang salib, sama seperti hukuman gantung berarti mati di tiang gantung. Jika tidak mati di tiang gantung, berarti tidak dihukum gantung.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X